1. HOME
  2. SENI BUDAYA

Gus Ipul ingin wayang terus dilestarikan

Pembangunan kebudayaan merupakan proses tak terpisahkan dari pembangunan manusia secara utuh.

©2018 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Senin, 05 Februari 2018 12:38

Merdeka.com, Jatim - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf beberapa kali menghadiri acara wayangan. Gus Ipul-sapaan Saifullah Yusuf telah banyak bertemu dengan 48 dalang lokal di Ponorogo.

Gus Ipul menjelaskan, sepanjang mendampingi Pakde Karwo sebagai Wagub, pemerintah provinsi telah membuka peluang yang luas bagi tumbuh kembangnya kesenian dan kebudayaan. Khususnya, dalam pengembangan seni tradisi di tengah-tengah masyarakat.

Pembangunan kebudayaan merupakan proses tak terpisahkan dari pembangunan manusia secara utuh. "Program-program budaya dan seni tradisi jadi pembangunan tak terpisahkan. Jiwanya dibangun, raganya dibangun," katanya.

Sebab, pembangunan manusia harus berujung pada pembentukan akhlak mulia. Pembangunan yang mengabaikan pendidikan moral dan akhlak akan menyebabkan rusaknya bangsa.

"Bapak Bangsa kita, Bung Karno dikenal sebagai tokoh yang sangat mengagumi dan menjaga nilai-nilai luhur yang biasa diajarkan lewat pewayangan. Bahkan saat beliau ditahan Belanda di Bandung, minta ke Belanda agar diperkenankan wayangan," jelas Gus Ipul.

Kecintaan Bung Karno akan seni tradisi, lanjut mantan Ketua Umum PP GP Ansor ini dapat dilihat dari konsep Trisakti. Salah satunya adalah berkepribadian dalam kebudayaan sehingga bangsa Indonesia dapat tetap menjaga jati dirinya.

Salah satu seni budaya itu adalah wayang. Seni ini, kata Gus Ipul, harus terus dijaga keberadaannya dan dikembangkan. Sebab, katanya, wayangan dapat membantu menjaga persatuan dan kesatuan di tengah-tengah masyarakat.

Wayangan biasa tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat bawah sebagaimana berkembangnya kegiatan shalawatan. "Jadi kalau kita mau menjaga persatuan dan kesatuan, salah satu caranya dengan wayangan dan shalawatan," katanya.

Gus Ipul menyadari bahwa memang belum banyak yang bisa dilakukan pemerintah untuk membantu tetap terjaganya tradisi pewayangan ini. Ia berjanji, kalau masyarakat Jatim memberinya amanah, akan menaikkan anggaran pengembangan wayang ke depan.

"Sebab yang ditanggap pemerintah paling banyak hanya 100 kali pementasan. Padahal di Jatim banyak dalang. Tapi justru banyak juga dalang Jawa Tengah yang malah mentas di beberapa daerah di Jatim. Di tengah kita bermunculan dalang-dalang cilik. Contoh di Gresik," kata Gus Ipul.

(NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Seni dan Budaya
KOMENTAR ANDA