1. HOME
  2. PARIWISATA

Menyusuri hutan mangrove lalu mandi 'air ajaib' di Wisata Bedul

"Pas malam Jumat manis ramainya. Ada berapa ratus orang kapan hari itu, malam-malam. Semua mandi," kata Giyanti.

Wisata Bedul di Banyuwangi Jawa Timur. ©2017 Merdeka.com Reporter : Mohammad Taufik | Kamis, 30 Maret 2017 10:58

Merdeka.com, Jatim - Bila ke Banyuwangi, mampirlah ke lokasi Ekowisata Mangrove Bedul, Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo. Di sana kamu bisa naik perahu menyusuri hutan mangrove. Melihat satwa atau memancing di tepi dermaga.

Untuk sampai ke sana bisa melewati jalur ke arah Pantai Gerajakan. Bisa menggunakan sepeda motor atau mobil. Jaraknya sekitar 50 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi. Wisata yang akrab disebut Bedul ini masuk di area Taman Nasional Alas Purwo. Jangan lupa, sepanjang perjalanan pastikan tangki kendaraan penuh. 

Wisata Bedul sudah memiliki fasilitas cukup memadai. Ada warung ikan bakar plus buah kelapa. Musala lengkap dengan toilet bayar seikhlasnya. Buat yang gemar memancing, beberapa warung juga menjual umpan ikan.

Di sana, bila ingin menikmati magrove pengunjung cukup membayar Rp 5 ribu per orang untuk jasa penyeberangan ke Teluk Ujung Purwo. Selanjutnya bisa jalan kaki menyusuri hutan mangrove di atas titian kayu sepanjang 800 meter. Sampai ujung pengunjung sampai ke pantai selatan menikmati luasnya Samudera Hindia.

"Itu dinamakan Ujung Purwo. Nyeberang saja Rp 5 ribu. Terus turun jalan kaki 800 meter sudah bisa lihat pantai selatan," tutur Miskar (64), kepada Merdeka Banyuwangi.

Bila ingin mendapatkan paket lebih, Miskar menjelaskan, maksimal 10 orang, perahunya bisa mengantar jalan-jalan keliling Sungai Kere. "Sekali berangkat paling banyak 10 orang. Bayarnya Rp 200 ribu. Jalan-jalan sekitar 3 kilometer lebih. Di situ lihat mangrove banyak macam. Ada guiden-nya, juga," ujar Miskar.

Selain itu, lanjut Miskar, ada dua lagi paket jalan-jalan. Datang ke Pantai Cungur, sebelah Gerajakan. Selain bisa menikmati hutan mangrove, pengunjung bisa melihat berbagai burung migran yang sedang istirahat dan mencari makan.

"Ke Pantai Cungur, harganya Rp 260 ribu, bisa iuran 10 orang. Bisa lihat burung migran. Jenis-jenisnya banyak. Bisa turun, jalan jalan. Itu di muara pantai selatan," imbuhnya.

Sedangkan paling mahal yakni berkunjung ke penangkaran penyu. Jaraknya 7 kilometer dari wisata Bedul. Sewa per perahu mencapai Rp 500 ribu. Miskar dan teman-temannya bisa melayani pengunjung mulai pukul tujuh pagi sampai lima sore.

Informasi dari Taman Nasional Alas Purwo, wilayah mangrove Segoro Anak yang bisa dikelilingi lewat wisata Bedul sepanjang 15 kilometer. Sedangkan areal luas hutan mangrove mencapai 1.350 hektare. Lokasi ini merupakan mangrove asli terluas di Pulau Jawa.

Pengunjung bisa melihat berbagai satwa sedang mencari makan dan berkeliaran di dalam hutan atau sungai. Ada lebih dari 40 jenis burung air migran setiap tahun. Mereka singgah mencari makan dan istirahat setelah perjalanan dari daratan Asia Timur ke Australia.

Jumlahnya lebih dari 50 juta ekor burung air migran dari 250 populasi berbeda. Lahan basah Segoro Anak di hutan mangrove tersebut sangat penting menjaga populasi mereka.

Air ajaib di Wisata Bedul

Selain bisa melihat hutan mangrove, pengunjung juga bisa merasakan air ajaib yang dipercaya dapat menyembuhkan pegal linu dan gatal-gatal.

"Ada yang bilang air ajaib, air suci. Yang percaya betul, katanya keju-keju (pegal linu), gatal-gatal, bisa sembuh. Yang datang untuk mandi orang dari jauh," tutur Giyanti, salah satu penjaga warung wisata Bedul kepada Merdeka Banyuwangi, Rabu (13/4).

Giyanti sudah membuka warung di Wisata Bedul sejak 2009. Mulanya sumur bor tersebut hanya sumur biasa. Sekitar 2010 ada yang mandi lalu penyakitnya sembuh. Kabar tersebut tersebar. Hingga setiap malam Jumat manis, banyak wisatawan datang hanya ingin mandi di air ajaib tersebut.

"Pas malam Jumat manis ramainya. Ada berapa ratus orang kapan hari itu, malam-malam. Semua mandi. Saya buka sampai malam, dagangan saya jadinya laris," terang Giyanti.

Lokasi air ajaib ada di area Wisata Bedul. Tempatnya sudah dipisahkan antara bilik untuk laki-laki dan perempuan. Untuk bisa mandi di sumur bor tersebut, pengunjung cukup membayar seikhlasnya. Ada kotak amal yang disediakan di pintu masuk bilik mandi.

Selain menikmati sensasi air ajaib, pengunjung bisa memancing di area kawasan lindung hutan mangrove. Wisatawan cukup mematuhi aturan tidak membuang sampah sembarangan.

Di sana, banyak tersedia tempat sampah dan papan informasi tentang hutan mangrove untuk edukasi. Kelestarian mangrove menjadi jaminan terjaganya populasi biota laut seperti ikan, kerang, udang, kepiting dan lain-lain.

(MT/MT)
  1. Wisata Alam
  2. Info Wisata
KOMENTAR ANDA