1. HOME
  2. PARIWISATA

Kamu harus coba 'bakso hamil dan beranak' Banyuwangi ini

Bakso dengan berat 2 kilogram ini diberi nama bakso hamil sembilan bulan.

Bakso hamil dan beranak Banyuwangi. ©2017 Merdeka.com Reporter : Nur Salam | Kamis, 30 Maret 2017 14:39

Merdeka.com, Jatim - Umumnya ukuran bakso paling besar sekepalan tangan. Tapi di Banyuwangi ada bakso super jumbo dengan berat 2 kilo gram. Tingginya saja sampai 30 sentimeter.

Bakso dengan berat 2 kilogram ini diberi nama bakso hamil sembilan bulan. Sedangkan ukuran di bawahnya, 1 kilogram bernama bakso hamil 7 bulan. Dan paling kecil dengan berat 0,5 kilogram dinamai bakso hamil 3 bulan.

Warung Bakso ini berada di depan Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Jalan Dr Soetomo, Banyuwangi. Pemiliknya seorang mahasiswa bernama Eko Nur Andriyanto (20). "Jadi mulai bakso hamil tiga bulan sampai beranak ada di sini," ujarnya kepada Merdeka, Rabu (7/12).

Berbeda dengan bakso hamil, bakso beranak memiliki tampilan lebih unik. Bentuk pentol lebih kecil dengan berat 0,5 kilogram, namun saat dibelah, di dalamnya masih terdapat 7 pentol lagi dengan ukuran lebih kecil dan satu telur ayam.

Eko, mahasiswa semester lima, Jurusan Managemen Ekonomi, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi ini menjelaskan, ide unik ini diperoleh saat coba menyajikan bakso berukuran jumbo untuk acara ulang tahun teman-temannya.

Sebelumnya, Eko sendiri merupakan anak dari pedagang bakso yang sudah jualan sejak 1994 di samping Jalan Raya Perliman Banyuwangi.

"Ayah saya jualan bakso sejak 1994. Sampai sekarang masih jualan di Perliman. Dan saya coba buka cabang di sini dengan ide sendiri. Awalnya iseng, pengen ngerayakan sama teman. Itu tahun 2015. Dan sering menerima pesanan dari teman sendiri," katanya.

Baru pada November tahun ini, Eko berani menjual untuk umum. Tidak hanya keunikan ide dan sensasi besarnya pentol bakso yang menjadi strategi pemasarannya. Lebih dari itu, sebenarnya Eko ingin menciptakan ruang kebersamaan bagi pelanggannya. Dengan pentol bakso berukuran jumbo, tentu butuh dimakan bersama-sama.

"Orang makan bakso bisa beramai-ramai. Itu targetnya, agar bisa ngumpul bareng-bareng, di sini ada akses wifinya juga," ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk bakso hamil sembilan bulan dengan ukuran paling besar, standar untuk dikonsumsi 15 orang. Sedangkan bakso hamil 7 bulan untuk 8 orang. "Kalau bakso hamil tiga bulan bisa dimakan 4 orang. Kalau yang ini (bakso hamil) bisa dimakan berdua," ujarnya.

Soal rasa, bakso berukuran jumbo ini tetap nikmat. Eko melanjutkan, prinsipnya dalam berdagang bakso selalu menjaga kualitas. Menggunakan daging fresh, tidak banyak tepung dan tentunya dengan racikan bumbu yang menyedapkan dan sehat.

"Riset mulai 2015, mempelajari bagaimana agar bisa matang menyeluruh. Kalau pakai daging, dalamnya padet, dan warnanya kelihatan. Itu daging asli, bisa dicoba. Kami mempertahankan kualitas dengan rasa," ujarnya.

Untuk urusan harga, bakso hamil sembilan bulan satu porsi dihargai Rp 220 ribu. Sedangkan porsi bakso hamil 7 bulan Rp 110 ribu. Selanjutnya untuk bakso hamil tiga bulan dan bakso beranak dihargai Rp 55 ribu. Saat ini, dalam sehari, dia dan bakso milik ayahnya, bisa menghabiskan 35 kilogram.

Jadi, silakan mencoba bakso unik yang menambah keragaman kuliner di Banyuwangi ini. Bisa sambil menikmati liburan panjang akhir tahun. Dan tentunya silakan datang berdua atau beramai-ramai. Bila sendiri, dipastikan tidak akan habis.

(MT/NS)
  1. Info Wisata
  2. Kuliner
KOMENTAR ANDA