1. HOME
  2. KABARE JATIM

Tiga mahasiswa UNAIR ikuti konferensi internasional di Oxford

"Kami bertiga memiliki kepedulian pada topik-topik bidang lingkungan. Untuk itu kami mempresentasikan topik itu di sana," ujar Dije.

Tiga mahasiswa Unair di Oxford. ©2017 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Selasa, 05 September 2017 12:12

Merdeka.com, Jatim - Tiga mahasiswa Universitas Airlangga mengikuti konferensi internasional yang diselenggarakan di Universitas Oxford, Inggris, 16 – 18 Agustus 2017 lalu.

Konferensi yang menjadi ajang bertemunya akademisi dari berbagai negara itu diadakan oleh lembaga penelitian Asia Tenggara terbesar di Eropa, European Association for South East Asian Studies (EUROSEAS).

Ketiga mahasiswa itu adalah Dirgandaru G. Waskito (Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik/2014), Tamara Meiliana Siswanto (Ilmu Hukum Fakultas Hukum/2014), dan Rinaldi Yoga Tamara (Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis/2013).

Mereka mempresentasikan makalah dengan judul Indonesia’s Urgency on Ratifying The AATHP Agreement: A Long-term Sustainable Resolution Commitment. Makalah itu dipresentasikan pada panel ‘The Politics of Climate Change’.

Konferensi yang diadakan tiap dua tahun sekali itu diikuti oleh sekitar 500 peserta yang berasal dari berbagai negara di dunia, seperti Inggris, Amerika Serikat, Australia, hingga Indonesia. Sebanyak 300 peserta diantaranya adalah sebagai presenter.

Dije sapaan akrab Dirgandaru G. Waskito mengatakan, topik yang ia dan tim presentasikan adalah pengaruh lingkungan terhadap pengambilan kebijakan di tingkat domestik dan internasional di Indonesia.

"Kami bertiga memiliki kepedulian pada topik-topik bidang lingkungan. Untuk itu kami mempresentasikan topik itu di sana," ujar Dije selaku ketua tim.

Sementara Meily sapaan karib Tamara Meiliana Siswanto mengatakan, konferensi internasional ini adalah pertama kali bagi dirinya.

"Bagian pengalaman yang sangat menarik karena bisa presentasi di depan profesor-profesor dari berbagai universitas di seluruh belahan dunia serta dianggap sebagai researcher dari UNAIR," tuturnya.

Sementara Rinaldi menganggap konferensi kali ini sebagai pengalaman yang tak akan terlupakan. Apalagi dalam konferensi itu, mereka tercatat sebagai pemakalah termuda dari seluruh peserta yang ada.

"Kami adalah satu-satunya presenter yang masih undergraduate dan kami mempresentasikan karya kami di hadapan profesor, asisten profesor, dan mahasiswa S-2 maupun S-3 dari berbagai belahan dunia," kata mahasiswa yang pernah mengikuti ASEAN Forum 2014 di National University of Singapore ini.

(NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Kabar Kampus
KOMENTAR ANDA