1. HOME
  2. KABARE JATIM

Survei Indikator, Gus Ipul paling diinginkan memimpin Jawa Timur

Sebesar 13,1 persen responden menginginkan Gus Ipul, sementara Risma 9,7 persen dan Khofifah 5,8 persen.

Jumpa pers hasil survei LSPI. ©2017 Merdeka.com Reporter : Mochammad Andriansyah | Minggu, 11 Juni 2017 21:18

Merdeka.com, Jatim - Nama Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sampai saat ini masih menjadi yang pertama sebagai tokoh paling diinginkan masyarakat Jatim sebagai gubernur. Nama selanjutnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Hal ini merupakan temuan Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia pada 3 hingga 7 Mei 2017. Pada survei yang menggunakan motode multistage random sampling itu, elektabilitas ketiga tokoh tersebut sangat menonjol hingga saat ini.

Namun demikian, selisih ketiganya masih dalam batas toleransi. "Posisi ketiganya (Khofifah, Gus Ipul dan Risma) masih dalam batas toleransi. Kesalahan atau margin of error surveinya sekitar 3,5 persen, dengan tingkat kepercayaan sekitar 95 persen," kata Peneliti Indikator Hendro Prasetyo, Minggu sore (11/6).

Hendro melanjutkan, dari 819 warga Jawa Timur yang menjadi objek survei, baru 45 persen yang mengetahui akan ada pemilihan gubernur pada 2018 mendatang.

Sementara dalam versi pertanyaan spontan siapa calon gubernur yang diinginkan, sebesar 13,1 persen responden menginginkan Gus Ipul, selebihnya Risma 9,7 persen dan Khofifah 5,8 persen.

Sedangkan Soekarwo yang tidak bisa mencalonkan lagi karena sudah dua periode, tetap mendapat suara. Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini mendapat suara 3,4 persen.

"Dari data ini, terlihat bahwa pemilih di Jatim untuk saat ini, mayoritas belum memiliki pilihan, yakni 61,4 persen. Masih sangat tinggi, di atas 50 persen pemilih," katanya. 

Hendro menjelaskan, dengan selisih yang tipis sebenarnya posisi antara Gus Ipul dan dua nama lain itu boleh dibilang masih sama. Sebab, situasi politik di Jawa Timur saat ini masih cair. Pun begitu dengan selisih perolehan angka antara satu dengan yang lain tidak terlalu signifikan secara statistik.

Selisih dukungan pada posisi tiga besar terhadap nama tokoh, kata Hendro, juga relatif konstan. Masing-masing sekitar 4 persen. Hanya posisi Gus Ipul sedikit melebar dari dua nama pesaing utamanya.

"Bahkan jika bersaing hanya empat nama tokoh untuk cagub Jatim mendatang, dukungan pada tiga nama teratas menguat dengan selisih yang juga relatif konstan."

Hendro juga menegaskan, meski popularitas menjadi alasan mendasar agar calon dipilih, yang perlu menjadi catatan penting adalah: Calon yang populer belum tentu dipilih jika ada calon lain yang lebih disukai (likebility atau kedisukaan).

"Sementara ini, Khofifah dan Gus Ipul bisa disebut tokoh paling populer di Jatim. Masing-masing sudah dikenal oleh sekitar 74 persen (Khofifah) dan 72 persen (72)," paparnya.

Selain itu, kata Hendro lagi, tingkat kedisukaan Khofifah dan Gus Ipul juga sangat tinggi, lebih dari 80 persen yang mengenal, juga sekaligus menyukai masing-masing kedua tokoh tersebut.

"Selain dua tokoh tersebut, nama lain yang popularitasnya cukup besar adalah Tri Rismaharini dengan 56 persen, Anang Hermansyah 53 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 48 persen dan Djarot Saiful Hidayat 43 persen," ujarnya.

Dari beberapa nama selain Khofifah dan Gus Ipul itu, hanya Risma yang memiliki tingkat kedisukaan lebih menonjol. "Kedisukaannya setara dengan Khofifah dan Gus Ipul."

"Beberapa citra personal tokoh, Risma lebih positif pada citra ketegasan, perhatian rakyat, amanah serta mampu memimpin Jatim. Sementara citra religius, Risma sedikit di bawah Khofifah dan Gus Ipul," ujar Hendro.

Sekadar tahu, dalam diskusi hasil survei Indikator bertema: Peta Peluang Para Tokoh Jelang Pilgub Jawa Timur 2018 ini, hadir Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Sri Untari, Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPW PKB Jawa Timur, Thoriqul Haq dan Sekretaris DPW Partai Gerindra Jawa Timur, Anwar Sadad.

(NS/MA)
  1. Pilgub Jatim
KOMENTAR ANDA