1. HOME
  2. KABARE JATIM

Sepuluh kali raih APE, bukti Jatim ramah perempuan dan anak

"Bahkan dua di antaranya mendapat kategori tertinggi, yakni APE Kategori Mentor," kata Gus Ipul.

Wagub Jatim bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak . ©2017 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Senin, 28 Agustus 2017 18:16

Merdeka.com, Jatim - Jawa Timur berhasil meraih sepuluh kali Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dari pemerintah pusat. Hal itu menjadi bukti provinsi ini sangat ramah terhadap perempuan dan anak.

"Bahkan dua di antaranya mendapat kategori tertinggi, yakni APE Kategori Mentor," kata Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat Temu Nasional Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Tahun 2017 yang mengambil tema 'Sinergi untuk Perubahan' di Hotel Vasa Surabaya, Senin (28/8).

Gus Ipul mengatakan, penghargaan APE kategori Mentor merupakan yang tertinggi dari seluruh kategori yang ada. Penghargaan itu diberikan kepada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang berhasil melaksanakan berbagai inovasi yang menjadi inspirasi tentang program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) secara berkesinambungan melalui pengintegrasian isu gender, perlindungan perempuan, serta perlindungan dan pemenuhan hak anak.

"Penghargaan ini merupakan bukti komitmen Bapak Gubernur serta peran seluruh elemen masyarakat dan bupati/walikota se-Jatim di bidang PUG, khususnya untuk mengatasi permasalahan three ends, yakni akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia, dan akhiri kesenjangan ekonomi," katanya.

Keberhasilan Jatim meraih penghargaan APE didukung pula oleh suksesnya 27 kabupaten/kota di Jatim yang menerima penghargaan kabupaten/kota layak anak (KLA) atas komitmen kepala daerah terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak dalam berbagai tingkatan, yakni pratama, madya, nindya dan utama) pada tahun 2017.

Kinerja gender Jatim di atas nasional

Ditambahkan, keseriusan Pemprov Jatim di bidang pengarusutamaan gender (PUG) dituangkan melalui Perda Nomor 3 Tahun 2014 tentang RPJM 2014-2019 Provinsi Jatim yang salah satu visi misinya pada strategi pembangunan PUG dan Indeks Kinerja Utama (IKU). Keseriusan itu membuahkan hasil yang positif dimana kinerja gender Jatim berada di atas nasional.

"Indeks Pembangunan Gender atau IPG Jatim Tahun 2016 mencapai 91,07 sedangkan IPG nasional 91,03. Jatim merupakan provinsi yang jumlah perempuannya mencapai 19.895.100 atau 50,6 persen dari jumlah penduduk. Tingginya IPG merupakan bukti bahwa perempuan di Jatim perannya setara dan sama sejahteranya dengan pria," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melindungi perempuan dan anak, khususnya dari kekerasan, kejahatan seksual, dan perdagangan manusia.

"Saat ini, masih banyak kasus kekerasan, kejahatan seksual, dan perdagangan manusia yang dialami perempuan dan anak. Untuk mengatasinya, kami membutuhkan bantuan seluruh pihak karena kami tidak bisa bekerja sendiri. Mari kita lindungi perempuan dan anak," katanya.

Lebih lanjut Yohana mengatakan, pemerintah pusat telah membuat Undang-Undang untuk melindungi kaum perempuan dan anak. Hanya saja, masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa perempuan dan anak itu harus dijaga dan dilindungi.

"Dengan adanya Undang-Undang terbaru terkait perlindungan perempuan dan anak, yakni Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 akan membuat pelaku kejahatan terhadap perempuan dan anak jera. Sanksinya berat, salah satunya barang siapa melakukan kejahatan seksual terhadap anak-anak maka bisa dikenakan pidana seumur hidup, hukuman mati, hukuman suntik kebiri, dan dipasang chip di tubuhnya" katanya.

(NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Kabare Jatim
KOMENTAR ANDA