1. HOME
  2. KABARE JATIM

Semua tempat lokalisasi di Jatim akan ditutup

"Makanya kami akan lakukan secara pelan-pelan, tidak serampangan. Banyak pertimbangan yang harus dijalankan," jelas Gus Ipul.

©2018 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Kamis, 01 Februari 2018 16:01

Merdeka.com, Jatim - Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf ingin Jatim terbebas dari tempat-tempat lokalisasi. Sebab, tempat itu telah merusak moral masyarakat.

"Saya dan mbak Puti sudah merancang untuk menutup lokalisasi di Jatim," kata Saifullah Yusuf, Rabu (31/1).

Gus Ipul panggilan Saifullah Yusuf mengatakan, dari identifikasi yang dilakukan, ada sekitar 47 lokalisasi aktif di Jawa Timur. Lokasi-lokasi tersebut akan segera ditutup supaya masyarakat tidak terdampak atas keberadaan tempat esek-esek itu. Namun, proses penutupan akan dilakukan dengan baik dan pelan-pelan.

Penutupan lokalisasi tidak bisa dilakukan secara serampangan, karena pemerintah provinsi (Pemprov) harus memberikan edukasi terhadap pekerja seks komersial (PSK). Jika mereka tidak diberikan keterampilan untuk bertahan hidup, bisa dipastikan mereka akan kembali bekerja sebagai PSK.

"Makanya kami akan lakukan secara pelan-pelan, tidak serampangan. Banyak pertimbangan yang harus dijalankan," jelas Gus Ipul.

Gus Ipul mengaku, cara penutupan lokalisasi yang dilakukan di dolly Surabaya akan menjadi acuan. Sistem pendekatan terhadap masyarakat sangat bagus, akhirnya tidak ada gejolak-gejolak yang bisa membahayakan pemerintahan. Penutupan tersebut, lanjut dia harus dilakukan bersama-sama dengan pemerintah daerah. Selain itu, masyarakat juga turut andil besar dalam penutupan.

Menurut dia, sebelum melakukan penutupan seyogyanya ada kajian secara ilmiah yang dilakukan pemerintah. Kajian tersebut akan dijadikan landasan untuk memberikan solusi-solusi yang harus dilakukan terhadap penghuninya. Jangan sampai ada penutupan sedangkan penghuninya terlantar.

"Minimal seperti di dolly. Itu bisa dijadikan acuan, setelah ditutup pemerintah melakukan pembinaan supaya PSK memiliki keterampilan," jelas Gus Ipul.

Dari 47 lokalisasi, ada sekitar 7.000 penghuni, mereka juga menjadi warga negara, artinya ada pesan moral yang memang harus diselesaikan, berupa pemberian keterampilan dalam bekerja. Pemberian keterampilan bisa dilakukan dengan cara melakukan kerjasama dengan pihak-pihak ketiga, seperti kampus.

Menurut dia, kampus memiliki peran cukup bagus untuk meningkatkan keterampilan penghuni lokalisasi. Karena, kampus juga memiliki program sebagai perguruan tinggi, yakni melakukan pengabdian terhadap masyarakat. Sedangkan untuk mahasiswa pengabdian diwujudkan dengan mengadakan kuliah kerja nyata (KKN).

"Saya akan meyakinkan proses penutupan berjalan dengan lancar, asal penutupan dilakukan dengan cara pelan-pelan," kata Wakil Gubernur Jatim ini.

(NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Penutupan Lokalisasi
KOMENTAR ANDA