1. HOME
  2. KABARE JATIM

Ramai-ramai mengutuk pembantaian muslim Rohingnya oleh militer Myanmar

"Semua agama mengajarkan kebaikan. Tidak mengajarkan penindasan," kata peserta dari Sangha Mahayana Indonesia.

Ribuan umat lintas agama di Surabaya kecam kekerasan di Rohingya. ©2017 Merdeka.com Reporter : Mochammad Andriansyah | Selasa, 05 September 2017 14:52

Merdeka.com, Jatim - Berbagai elemen masyarakat di Jawa Timur mengecam dan mengutuk pembantaian Muslim Rohingnya oleh Militer Myanmar. Setelah Ansor dan Banser Jatim yang beraksi kemarin serta Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf lewat vlognya, kini ribuan umat lintas agama di Surabaya juga mengecam pembantaian muslim Rohingya, Selasa (5/9).

Gelombang kecaman atas pembantaian militer Burma terhadap warga muslim Rohingya ini digelar di depan gedung Grahadi, Surabaya, Jawa Timur. Mulai dari pelajar, mahasiswa, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) hingga tokoh-tokoh lintas agama berkumpul. Mereka ada yang dari Majelis Pandita Budha, Hindu, Kristen, dan Islam. Termasuk Ormas Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Dalam aksi itu, selain menggelar orasi secara bergantian, para demonstran juga membawa berbagai poster berisi kecaman. Salah satunya bertuliskan 'Usir Dubes Myanmar'.

Mereka sepakat satu suara: Mengutuk kekerasan di Rohingya. "Semua agama mengajarkan kebaikan. Tidak mengajarkan penindasan. Apa yang terjadi di Myanmar, jelas penindasan terhadap umat manusia," kata salah satu peserta aksi dari Sangha Mahayana Indonesia.

Ketua PC Muhammadiyah Sukomanunggal, Yahya mengatakan, bahwa aksi ini untuk mendesak pemerintah Indonesia agar segera memberikan tekanan kepada PBB. Tujuannya agar konflik geopolitik di Myanmar segera diselesaikan.

"Kalau tidak ada aturan ke luar negeri, mungkin kami sebagai umat muslim, sudah jihad ke sana. Kami hanya warga sipil, maka kami berharap pada pemerintah Indonesia untuk segera mendesak PBB," kata Yahya.

Namun, lanjut Yahya, jika konflik di daerah Arakan, negara bagian Rakhine ini tidak bisa diselesaikan oleh PBB, maka para demosntran menuntut agara pemerintah segera memutuskan hubungan diplomatik dengan Myanmar. "Usir Dubes Myanmar dari Indonesia," kata Yahya menegaskan.

(NS/MA)
  1. Kabare Jatim
KOMENTAR ANDA