1. HOME
  2. KABARE JATIM

Perdagangan Jatim-Thailand diharapkan semakin erat

"Jatim mempunyai buah yang potensial. Jadi paling utama adalah bagaimana kita menyediakan buah-buahan sesuai standar Thailand," kata Gus Ipul.

Wagub Jatim terima kunjungan Duta Besar Thailand di ruang kerja . ©2017 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Rabu, 30 Agustus 2017 10:43

Merdeka.com, Jatim - Perdagangan Jatim dengan Thailand diharapkan semakin meningkat. Ini sejalan dengan hubungan Jatim-Thailand yang mengalami peningkatan di berbagai bidang khususnya perdagangan.

"Hubungan Jatim dan Thailand semakin meningkat. Kalau bisa lebih banyak kerjasama lagi terutama bidang perdagangan. Sehingga kita bisa menjadi negara yang bisa mengatasi era globalisasi," ujar Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf saat menerima Dubes Thailand untuk Indonesia Pitchayapant Charnbhumibol di Ruang Kerja Wagub, Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan Nomor 110 Surabaya, Selasa (29/8) siang.

Gus Ipul sapaan lekat Wagub Jatim menjelaskan, salah satu komoditas perdagangan yang potensial untuk diekspor ke Thailand adalah buah-buahan. Berdasarkan data Pusdatin Kemendag hingga Juni 2017, komoditas buah-buahan Jatim yang diekspor ke Thailand mencapai USD 8.108.658 dengan berat 31.002.365 kilogram.

"Jatim mempunyai buah yang potensial. Jadi yang paling utama adalah bagaimana kita menyediakan buah-buahan yang sesuai standar Thailand. Ini adalah peluang yang cukup baik untuk Jatim," katanya.

Gus Ipul juga memaparkan kondisi neraca perdagangan Jatim – Thailand selama kurun waktu 2013-2017 menunjukkan defisit bagi Jatim.

Dicontohkan, pada tahun 2015, Jatim mengalami defisit perdagangan dengan Thailand USD -459,16 juta. Rinciannya, ekspor Jatim ke Thailand mencapai USD 404,11 juta dan impor dari Thailand mencapai USD 863,27 juta. Sedangkan pada tahun 2016, defisit perdagangan Jatim dengan Thailand mencapai USD-461,50 juta dengan rincian ekspor mencapai USD 425,96 juta dan impor mencapai USD 887,46 juta.

Selama periode tahun 2013-2017, perkembangan ekspor Jatim ke Thailand mengalami fluktuatif dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 10,53 persen. Adapun rata-rata sharenya terhadap total ekspor Jatim selama periode di atas sebesar 2,78 persen per tahun.

Untuk perkembangan nilai impor non migas Jatim dari Thailand selama kurun waktu 2013-2017 cenderung menurun dengan rata-rata pertumbuhan sebesar (5,51 persen) per tahun dengan rata-rata sharenya terhadap total impor Jatim sebesar 5,24 persen pada periode yang sama.

Gus Ipul menyampaikan, komoditi ekspor utama Jatim ke Thailand antara lain tembaga, lemak, dan minyak hewan/nabati, bahan kimia organic, palstik dan barang dari plastic, kertas/karton, berbagai produk kimia, buah-buahan. Lainnya berupa kendaraan dan bagiannya, kaca dan barang dari kaca, serta benda-benda dari besi dan baja. Sedangkan potensi ekspornya mencapai USD 244.004.924.

Untuk menarik investasi Thailand, Pemprov Jatim memberikan garansi empat hal yaitu perizinan yang sangat transparan, persiapan tanah industrial estate seluas 27 ribu hektare di Jatim, surplus power plan energi di Jatim. Sedangkan pada may day buruh di Jatim tidak melakukan demonstrasi tetapi suasana di Jatim sangat kondusif.

Tawarkan Bangun Pabrik Kelapa

Selain peningkatan bidang perdagangan, Gus Ipul menawarkan kepada para investor Thailand untuk membangun pabrik kelapa di Jatim. Dari data yang dimiliki Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim, kelapa menjadi salah satu komoditas yang cukup banyak diekspor ke Thailand.

"Melihat potensi tersebut, sebaiknya investor Thailand mendirikan pabrik kelapa di Jatim. Sehingga ketika dibawa ke Thailand, produk sudah setengah jadi atau jadi," katanya.

Gagasan Sister Province Jatim – Thailand

Berbagai peluang kerjasama telah dikembangkan kedua belah pihak. Ini membuat Gus Ipul bersama Dubes Thailand untuk Indonesia menggagas dibentuknya kerjasama sister province antara Jatim dengan Thailand.

Hubungan sister province ini bisa dilakukan antara Jatim dengan salah satu provinsi yang dimiliki Thailand dengan karakter yang sama. Provinsi yang diinginkan kerjasama dengan Jatim adalah memiliki kesamaan ditopang oleh berbasis industri, perdagangan, dan pertanian.

Sementara itu, Dubes Thailand untuk Indonesia Pitchayapant Charnbhumibol mengatakan, pihaknya menerima kerjasama yang baik antara Thailand dengan Jatim. Kerjasama bisa dilakukan pada bidang perdagangan, investasi, agrikultur, pariwisata, pendidikan. Selain itu juga bisa dikembangkan sister province antara Jatim dengan salah satu provinsi di Thailand.

(NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Ekonomi
KOMENTAR ANDA