1. HOME
  2. KABARE JATIM

Pelindo III bukukan laba Rp 2,013 triliun di 2017, naik 41 persen dibanding 2016

"Hingga bulan Oktober tahun lalu, langkah efisiensi setidaknya menghasilkan penghematan senilai Rp 324 miliar," kata Askhara.

Pelindo III Cruise sandar di Pelabuhan Benoa Bali . ©2018 Merdeka.com Reporter : Nur Salam | Rabu, 24 Januari 2018 12:02

Merdeka.com, Jatim - BUMN kepelabuhanan, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada 2017 (sebelum audit) sebesar Rp 2,013 triliun. Nilai itu meningkat 41 persen dibanding 2016 sebesar Rp 1,51 triliun.

"Perolehan laba bersih ini melampaui target 2017 yang telah ditetapkan sebesar Rp1,65 triliun," kata CEO Pelindo III, IG. N. Askhara Danadiputra, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (23/1).

Lebih lanjut CEO yang akrab dipanggil Ari Askhara tersebut menegaskan, melonjaknya perolehan laba salah satunya disokong oleh efektifnya langkah efisiensi yang dilakukan korporasi.

"Hingga bulan Oktober tahun lalu, langkah efisiensi setidaknya menghasilkan penghematan senilai Rp 324 miliar. Efisiensi tersebut diintensifkan pada 38 pos pengeluaran non-operasional, sehingga tidak mempengaruhi kualitas layanan kinerja pada pengguna jasa," ujarnya.

Selain itu, pada 2017 pendapatan korporasi masih didominasi dari core business sisi operasional pelabuhan. Pendapatan dari jasa bongkar muat peti kemas sebesar Rp 5,1 triliun tercapai 8 persen lebih tinggi daripada target yang ditetapkan atau mencatatkan peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 16 persen.

Sumber pendapatan lain dari sisi operasional yaitu jasa bongkar muat barang non-peti kemas serta jasa pemanduan dan jasa penundaan kapal.

Diversifikasi bisnis perseroan terus didorong untuk meningkatkan kontribusi pendapatan dari sektor non-kepelabuhanan. Salah satunya yakni bisnis properti, melalui anak usahanya, PT Pelindo Properti Indonesia, yang mengelola sejumlah aset di Surabaya, seperti destinasi wisata maritim Surabaya North Quay, gedung pertemuan megah Grand Varuna Convex, dan tengah membangun menara perkantoran Pelindo Office Tower.

Diversifikasi bisnis ini mulai menunjukkan progres positif. Pada sektor pengusahaan properti, pendapatan tercatat melonjak hingga 91 persen jika dibandingkan dengan 2016.

Pada 2018, Pelindo III agresif berinvestasi pada sejumlah bidang, termasuk yang mendorong proyek strategis nasional dari pemerintah. Salah satunya ialah pembangunan flyover akses Terminal Teluk Lamong (TTL) di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

"Total anggaran yang disiapkan untuk pembangunan flyover yang menyambungkan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) Surabaya ke TTL mencapai Rp 1,3 triliun," kata Ari Askhara.

Proyek investasi lain di antaranya yaitu pembangunan Terminal Gili Mas sebagai perluasan Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pembangunan terminal multi purpose yang diperuntukkan tidak hanya untuk bongkar muat peti kemas, tetapi juga untuk dermaga kapal pesiar internasional tersebut akan menelan anggaran hingga Rp 1,3 triliun.

Upaya Pelindo III lainnya dalam mendukung sektor pariwisata yakni melakukan perluasan dan penambahan fasilitas Pelabuhan Benoa Bali yang ditargetkan selesai pada September tahun ini.

"Pelindo III menyiapkan dana hingga Rp 1,7 triliun untuk pengembangan Pelabuhan Benoa. Agar siap menjadi salah satu gerbang wisata negara yang membanggakan pada ajang internasional pertemuan tahunan IMF-World Bank Group 2018 pada Oktober nanti," katanya menegaskan.

(NS/NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Ekonomi
KOMENTAR ANDA