1. HOME
  2. KABARE JATIM

Pasar murah yang frontal berdampak pada stabilitas angka inflasi

Gus Ipul berpesan agar masyarakat tidak melakukan punic buying atau membeli satu jenis komoditas sebanyak-banyaknya.

Ilustrasi Pasar Murah. ©2017 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Rabu, 14 Juni 2017 12:38

Merdeka.com, Jatim - Pasar murah terus digalakkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) untuk mengatasi lonjakan harga sejumlah kebutuhan bahan pokok selama Ramadan hingga lebaran.

"Kalau pasar murah dilakukan secara frontal di seluruh Jawa Timur, maka itu akan berdampak ke pedagang dan stabilitas angka inflasi," kata Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur Aris Mukiyono, ketika membuka pasar murah di Gedung Serbaguna Plen Jalan Rungkut Tengah III Surabaya, Kamis (14/6).

Dia menyampaikan pesan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang tak hadir dalam kesempatan tersebut. Menurut dia, Gus Ipul berpesan agar masyarakat tidak melakukan punic buying atau membeli satu jenis komoditas sebanyak-banyaknya.

Sebab menurut dia, untuk stok komoditas pangan strategis di Jawa Timur terbilang melimpah. Seperti beras, minyak goreng, tepung dan lain sebagainya. Aris menyebutkan stok cukup hingga 11 bulan ke depan.

Tak hanya itu, ia meyakinkan 40 persen produksi beras nasional dan 45 persen produksi gula pasir nasional diproduksi dan berasal dari Jatim. Di samping itu, subsidi ongkos angkut sudah disetujui oleh Gubernur Jatim Soekarwo (Pakde Karwo) untuk kembali dilakukan tahun ini.

"Kemarin sudah minta izin Pak Gubernur, karena ditengarai harga komoditas akan naik," kata Aris.

Menurut dia subsidi ongkos angkut ini di tiap kabupaten/kota dilakukan di dua titik pasar, kecuali di Surabaya empat pasar. "Total 80 titik pasar di Jawa Timur," paparnya.

Adapun dalam pasar murah ini menggandeng Bulog Jatim dan pihak swasta. Bulog menggelontorkan 50 kilogram beras, terdiri dari 25 kilogram beras premium seharga Rp 52.500 per 5 kilogram dan 25 medium harganya Rp 44.000 per 5 kilogram.

Kemudian minyak goreng botolan 900 mili liter, sekitar 10 kardus dengan harga Rp 10.800 per botol. Lalu bawang putih sekitar 20 kilogram dengan harga Rp 30.000 per kilogramnya.

Sementara, gula pasir premium sebanyak 50 kilogram dengan harga Rp 12.200 -12.500. Adapun dari pihak swasta menyediakan 100 kilogram dengan harga 85.000 per kilogram dan telur ayam sebanyak 50 kilogram, harganya Rp 17.500 per kilogram.

(NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Kabare Jatim
KOMENTAR ANDA