1. HOME
  2. KABARE JATIM

Muhammadiyah Jatim dukung fatwa MUI soal medsos

Dalam waktu dekat Muhammadiyah juga akan mengeluarkan fiqh informasi.

©2017 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Selasa, 06 Juni 2017 11:54

Merdeka.com, Jatim - Majelis Ulama Indonesia (MUI) baru saja mengeluarkan fatwa No 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Muamalah melalui Media Sosial. Muhammadiyah Jawa Timur setuju dan mendukung dengan adanya fatwa ini.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Nadjib Hamid mengatakan, secara umum menyetujuinya. Menurutnya etika dalam berkomunikasi antara lain dengan tabayun yakni klarifikasi. Artinya, setiap informasi harus dimintai konfirmasi tentang kebenarannya. “Saya kira ini prinsip utama,” katanya.

Di era keterbukaan informasi sekarang ini, harus menjaga kehati-hatian. Karena kemajuan teknologi informasi ini layaknya pisau bermata dua, bisa untuk kebaikan maupun sebaliknya. Adapun mengenai salah satu poin yang membahas tentang aib seseorang dalam medsos, ia menilai, hal seperti ini memang sudah seharusnya tidak dipublikasikan.

“Berbeda bila, aib itu berkenaan dengan kepentingan publik, maka ya memang harus dipublikasikan, dengan syarat tanpa menghakimi,” ujarnya.

Muhammadiyah sendiri berencana akan mengeluarkan fiqh informasi, yang ditargetkan Lebaran bakal selesai. Ditanya tentang wacana ini, Najib menyebutkan, isinya tidak jauh berbeda dengan fatwa MUI. Bagaimana sebuah informasi harus dikonfirmasi kembali.

“Hal-hal yang tidak penting bagi publik dan juga sensasional juga,” kata Nadjib menjelaskan.

(NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Fatwa MUI
KOMENTAR ANDA