1. HOME
  2. KABARE JATIM

Melihat capaian Gus Ipul pimpin Jatim lewat buku

"Buku ini ingin melihat, mengarisbawahi pembangunan yang berlangsung," kata Gus Ipul.

©2018 Merdeka.com Reporter : Mochammad Andriansyah | Kamis, 21 Desember 2017 12:18

Merdeka.com, Jatim - Bakal calon gubernur (Cagub) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengupas tuntas perannya selama 10 tahun menjadi wakil gubernur Jawa Timur, mendampingi Gubernur Soekarwo. Catatan penting Gus Ipul itu ditulis dalam buku berjudul "Perubahan Berkelanjutan, Gotong Royong Memakmurkan Jawa Timur" terbitan Airlangga University Press.

Pada Rabu (20/12) kemarin, buku itu diluncurkan di Aula Adi Sukadana, Gedung Fisip Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. "Buku ini ingin melihat, mengarisbawahi pembangunan yang berlangsung," kata Gus Ipul di acara peluncuran bukunya.

Ke depan, ia ingin perubahan tapi berangkat dari prestasi yang diperoleh pemerintah sebelumnya. "Maka perubahan yang akan datang bermodal dari kondisi hari ini," sambungnya.

Dalam buku ini, Gus Ipul ingin menunjukkan bahwa pembangunan di Jawa Timur harus ada perubahan. Apa yang sudah baik dan akan disempurnakan.

"Peruebahan itu harus dilakukan. Masyarakat saat ini sudah sangat cepat berubah, maka pemerintah dalam melayani masyarakat juga harus berubah lebih cepat. Dalam rangka melayani masyarakat inilah, maka pemerintah harus berubah, baik cara berpikir maupun teknologinya," katanya.

Peluncuran buku diikuti ratusan mahasiswa serta civitas akademika Fisip Unair Surabaya, dan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Dekan Fisip Unair Falih Suaedi; dosen Ilmu Politik UINSA Ahmad Rubaidi dan Pengajar Unesa Luthfiyah Nurlaela.

"Tidak ada bahasa panggung (politik) di buku ini. Saya melihat buku ini juga bukan sarana politik karena bahasannya lugas dan enak, disertai data yang cukup lengkap," kata Falih Suaedi.

Menurut Falih, dalam buku ini, Gus Ipul menunjukkan capaiannya selama 10 tahun bersama Soekarwo membangun Jawa Timur. Tak hanya itu, beberapa kelemahan serta solusi juga dipaparkan dengan runut dan jelas. "Ini profil utuh capaian Gus Ipul. Yang saya suka dari Gus Ipul, beliau ini mau belajar selama 10 tahun mendampingi Soekarwo tanpa ada sedikitpun konflik,” sambung Falih.

Gus Ipul menunjukkan birokrasi yang selama ini diterapkan adalah pamong praja. Yaitu melayani dan bukan pangreh praja atau dilayani seperti yang banyak dilakukan para pejabat.

Sementara Ahmad Rubaidi mengatakan, buku setebal 165 halaman ini berisi refleksi nyata, serta progres laporan Gus Ipul selama dua periode menjadi wakil gubernur. "Gus Ipul menyadari posisinya sebagai wakil, tidak memiliki power kuat. Tapi di sini diulas gamblang capainnya dan ditulis tidak meledak-ledak. Data juga lengkap. Jadi ini sangat menarik," ucap Rubaidi.

(NS/MA)
  1. Gus Ipul
KOMENTAR ANDA