1. HOME
  2. KABARE JATIM

Layanan Informasi Go Public BEI bisa bikin kapitasi Jatim lebih efisien

"Karena selain perusahaannya mendapat fresh money dari pasar modal pengelolaannya juga akan semakin profesional," kata Pakde Karwo.

Gubernur Jatim Soekarwo bersama Dirut BEI Tito Sulistio dan Kepala Eksekutif Pengawas OJK Hoesen . ©2017 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Rabu, 30 Agustus 2017 10:37

Merdeka.com, Jatim - Gubernur Jatim Soekarwo (Pakde Karwo) baru saja meresmikan Pusat Informasi Go Public di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jalan Taman Ade Irma Suryani Nasution Nomor 21, Surabaya, Selasa (29/8).

Dalam sambutannya, Pakde optimis dengan pembukaan pusat informasi ini mampu memperluas potensi ekonomi Jatim. Sebab keberadaan pusat informasi sekaligus konsultasi tersebut bisa memberi solusi bagi perusahaan yang ingin menambah modal untuk pengembangan usahanya.

"Pusat Informasi Go Public ini akan membuat peluang kapitasi Jatim menjadi lebih efisien, karena selain perusahaannya mendapat fresh money dari pasar modal pengelolaannya juga akan semakin profesional," kata Pakde Karwo.

Ia menjelaskan, layanan informasi tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi perusahaan yang sudah ikut Initial Public Offering (IPO), tapi juga bagi perusahaan baru yang ingin menjadi perusahaan publik. "Posisi Jatim sebagai hub Indonesia timur memang membutuhkan pembiayaan besar, tapi juga merupakan peluang jika bisa dimaksimalkan apalagi pasarnya mencapai hampir 120 juta orang," katanya.

Pada kesempatan sama, Pakde Karwo juga menjelaskan dirinya telah mengirimkan surat ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait implementasi corporate bond. Solusi ini dinilainya tepat karena pengusaha tidak harus memiliki agunan yang lengkap untuk mengajukan kredit. Nantinya akan dibentuk tim appraisal yang kredibel, sehingga setiap pengusaha yang profesional tetap bisa mendapat kredit meski agunannya tidak ada.

"Saya berharap OJK bisa mendukung usulan kami, sebab pola itu akan digunakan untuk pengembangan Pelabuhan Probolinggo," ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT. BEI Nicky Hogan menyampaikan, tujuan didirikannya Pusat Informasi Go Public adalah agar semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan peluang memperoleh pendanaan. Selain itu, juga untuk mempermudah akses masyarakat Jatim mengakses pendanaan, sehingga peningkatan ekonomi di pasar modal bisa dinikmati semua pihak.

"Kehadiran Pusat Informasi Go Public itu diharapkan bisa memperbanyak kehadiran perusahaan dalam memanfaatkan pendanaan dari pasar modal," ujarnya.

Nicky sapaan lekat Direktur PT BEI menjelaskan, kontribusi pasar modal terhadap perekonomian nasional semakin signifikan setiap tahunnya. Berdasarkan data yang ada total penggalangan dana pada tahun 2016 mencapai Rp 674 triliun, bahkan sampai Juli 2017 telah mencapai Rp 481 triliun.

Nilai ini, dia melanjutkan, lebih besar daripada pencapaian tahun 2015 dan tahun sebelumnya. Sedangkan jumlah total investor hingga Juli 2017 telah menembus 1 juta investor. Di Jatim sendiri mencapai 71 ribu investor.

"Investor Jatim termasuk paling aktif, nilai rata-rata transaksi hariannya mencapai Rp. 500 milyar dari total seluruh transaksi Indonesia yaitu Rp 7,5 triliun," terangnya.

Turut hadir Anggota Dewan Komisioner sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen, Kepala Kantor Regional 4 Jatim OJK Sukamto, Direksi Self Regulatory Organizations, Anggota Bursa dan pelaku industri jasa keuangan di Jatim, serta beberapa perwakilan kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim.

(NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Ekonomi
KOMENTAR ANDA