1. HOME
  2. KABARE JATIM

Ketua MPR sebut tiga syarat harus dimiliki negara bila ingin maju

"Sejarah penting tidak pernah bisa dilepaskan dari peran pemuda. Kampus memegan peranan di dalamnya," tutur Zulkifli.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di Unesa Surabaya. ©2017 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Selasa, 13 Juni 2017 10:38

Merdeka.com, Jatim - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Zulkifli Hasan mengatakan ada tiga syarat jika suatu negara ingin maju, yakni menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kepercayaan (trust) satu sama lain, lalu memiliki nilai-nilai.

Zulkifli melanjutkan, untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi peran kampus sangat menentukan. Bisa dilihat, kata dia, bila sebuah negara maju, bisa ditebak pasti kampus yang bagus juga ada di sana.

"Sejarah penting tidak pernah bisa dilepaskan dari peran pemuda. Kampus memegang peranan di dalamnya," tutur Zulkifli, ketika menyampaikan keynote dalam acara Bedah Buku 'Pancasila-isme dalam Dinamika Pendidikan', di Gedung Serbaguna (GEMA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) karya Rektor UNESA Profesor Warsono, Senin (12/6).

Adapun untuk syarat kepercayaan satu sama lain, bisa dilihat dari hubungan antara rakyat dengan wakilnya di parlemen. "Tingkat kepercayaan masyarakat dengan MPR sekitar 63 persen. Sedangkan kepada DPR hanya berkisar 20 persen," katanya.

Dia menegaskan, celaka bila wakil rakyat sudah tidak dipercaya lagi oleh rakyatnya. Menurut dia, sebenarnya trust ini akan muncul tatkala kebijakan-kebijakan yang diproduksi oleh pemangku kekuasaan bukan semata untuk kepentingan golongan, melainkan kepentingan bersama.

Lalu bagaimana dengan nilai-nilai (values)? Zulkifli menjelaskan bila Indonesia sebenarnya sudah memiliki nilai ini, yakni Pancasila. "Tapi Pancasila itu apa? Apa ketika mendukung satu calon dikatakan Pancasilais, sedangkan yang lainnya tidak. Ini yang berbahaya, Pancasila menjadi alat yang distigmakan," ujarnya.

Sejatinya, katanya, Pancasila bukan stigma, tapi perilakunya. Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara, fundamen, pikiran mendalam dan pandangan hidup.

"Pancasila itu bisa jadi pemersatu apabila Pancasila betul-betul menjadi perilaku masyarakatnya, berbangsa dan bernegara dan undang-undangnya," kata Zulkifli memungkasi.

(NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Kabare Jatim
KOMENTAR ANDA