1. HOME
  2. KABARE JATIM

Kerang dan udang di Sungai Porong tercemar kandungan logam berat

"Di dalam tubuh udang ditemukan kandungan Pb 40-60 kali di atas ambang batas yang diperbolehkan," kata Rere.

WALHI presentasi pencemaran Sungai Porong. ©2017 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Senin, 29 Mei 2017 16:46

Merdeka.com, Jatim - Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jatim 2016 menyatakan, udang dan kerang di Sungai Porong telah tercemar. Terdapat dua kandungan logam berat telah melebih batasan maksimum cemaran logam berat, yakni unsur timbal (Pb) dan cadmium (Cd).

Di dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) 7387:2009 menyebutkan, batasan maksimum cemaran timbal (Pb) dalam pangan jenis udang yakni 0,5 mg/kg. Sementara untuk kerang sekitar 1,5 mg/kg. Lalu, untuk unsur cadmium (Cd)-nya baik udang maupun kerang maksimal 1,0 mg/kg.

Sementara, konsentrasi timbal (Pb) dan cadmium (Cd) kerang dan udang di Sungai Porong telah melebih batas SNI. Tercatat, unsur Pb di dalam udang Sungai Porong berkisar dari 22,7-27,1 mg/kg. Lalu, unsur Cd udangnya sekitar 0,8-3,3 mg/kg.

Adapun untuk kerangnya, kandungan Pb-nya antara 21,4-24,1 mg/kg. Kemudian, kandungan Cd-nya 2,1-2,5 mg/kg.

"Di dalam tubuh udang ditemukan kandungan Pb 40-60 kali di atas ambang batas yang diperbolehkan dan kandungan Cd 2-3 kali di atas ambang batas yang diperbolehkan," kata Direktur Eksekutif WALHI Jatim Rere Christanto.

Rere mengungkapkan, alasan kerang dan udang dipilih sebagai sampel dalam penelitian ini karena kedua biota itu mobilitasnya sangat rendah. "Bila terpapar, maka itu memang faktor dari lingkungannya," katanya.

Ia melanjutkan, kerang dan udang kecil ini berlanjut akan menjadi makanan bagi ikan-ikan yang lebih besar. Sehingga logam berat yang terkandung pun terakumulasi pada ikan yang memakannya.

Hal ini mengkonfirmasi penelitian lain yang menunjukkan adanya logam berat Pb dan Cd di atas ambang batas yang dibolehkan dalam tubuh ikan di tambak dan Sungai Porong. Hasil penelitian yang dilakukan Tarzan Purnomo pada tahun 2014 mengungkapkan, jumlah Cd di tubuh ikan mecapai 0.037-1.542 ppm (dari batas baku mutu 0.001 ppm). Lalu, Pb-nya sekitar 0,179-1,367 ppm (> 0.008 ppm ).

"Besaran angka kontaminasi logam berat dalam tubuh ikan ini sangat mengkhawatirkan, mengingat ikan-ikan dari wilayah Porong dan sekitarnya masih dikonsumsi olwh warga dengan bebas," tuturnya.

(NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Kabare Jatim
KOMENTAR ANDA