1. HOME
  2. KABARE JATIM

Kenang lumpur lapindo, WALHI gelar diskusi soal dampaknya sampai kini

Diskusi mengangkat tema 'Hentikan Industri Tambang, Pulihkan Kehidupan Warga', acara ini akan digelar pukul 14.30 WIB.

Lumpur Lapindo di Sidoarjo. ©2017 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Senin, 29 Mei 2017 12:46

Merdeka.com, Jatim - Sebelas tahun silam, tepatnya pada 29 Mei 2006, terjadi peristiwa bencana Lumpur Lapindo di Kecamatan Porong, Sidoarjo. Ribuan warga di sejumlah desa jadi korban. Setiap tahun, bencana itu dikenang dan diperingati oleh sebagian masyarakat di Provinsi Jatim.

Tak terkecuali Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jatim. Mereka tergerak untuk turut berpartisipasi memperingati bencana yang belum teratasi ini.

Direktur Eksekutif WALHI Jatim Rere Christanto menyebutkan, hari ini akan mengadakan Diskusi Publik 11 Tahun Lumpur Lapindo. Mengangkat tema 'Hentikan Industri Tambang, Pulihkan Kehidupan Warga', acara ini akan digelar pukul 14.30 WIB.

Bertempat di Taman Dwarakaerta Porong, Sidoarjo, diskusi ini mengundang empat pakar sebagai pembicara. Di antaranya, Dr Phil Anton Novenanto (Dosen FISIP UB), membahas seputar dampak sosial lumpur lapindo terhadap kehidupan masyarakat. Kemudian, Dr Purnawan D Negara (WALHI Jatim), membahas legal pertambangan.

Dilanjutkan dengan dr Husnul Khotimah (Lab. Farmakologi, FK, UB), berbicara dampak lumpur Lapindo terhadap kesehatan masyarakat. Terakhir, Mujtaba Hamdi (Media Link), membahas tentang jaminan kesehatan nasional dan keterbukaan informasi publik.

"Setelah itu, buka bersama dan dilanjutkan dengan long march dan nonton bareng," ujar Rere, ketika ditemui di Sekretariat WALHI Jatim, di Jalan Karah Nomor 7H Surabaya, Senin (29/5).

Ia menambahkan, long march itu nantinya para peserta akan sambil membawa lilin. Barulah selanjutnya akan menonton bersama film kronologi kasus Lumpur Lapindo.

Adapun tanggal 29 Mei, juga ditetapkan sebagai Hari Anti-Tambang Nasional sejak 2010. Kesepakatan ini merupakan hasil dari pertemuan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) yang terdiri dari para korban kejahatan pertambangan yang diadakan di Cisarua, Bogor.

(NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Kabare Jatim
KOMENTAR ANDA
MEDIA INTERAKTIF
Keren nih! Program Seribu Dewi dari Gus Ipul bisa kurangi pengangguran dan kemiskinan

"Bayangkan kalau ada seribu desa wisata, berarti pengangguran terkurangi," kata Gus Ipul.

IKUTI DISKUSI
TERPOPULER
Pariwisata