1. HOME
  2. KABARE JATIM

Jelang lebaran, BI Jatim distribusikan kebutuhan uang ke pulau-pulau

Pulau terluar Jatim diantaranya; Pulau Bawean, Masalembu, Sapeken, Kangean dan Sapudi untuk antisipasi kebutuhan uang di masyrakat.

Bank Indonesia. ©2017 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Selasa, 06 Juni 2017 16:46

Merdeka.com, Jatim - Kebutuhan uang pada momentum Ramadan dan Lebaran di Jawa Timur pada Tahun 2017 diperkirakan mencapai Rp 29,6 triliun. Jumlah ini meningkat 36,3 persen year-on-year (yoy) dibandingkan Tahun 2016 yang sebesar Rp 21,68 triliun.

"Sedangkan untuk estimasi kebutuhan uang di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur periode Ramadan dan Idul Fitri 1438 H tahun 2017 diperkirakan meningkat 46,6 persen (yoy) menjadi Rp 15,5 triliun," kata Kepala Kantor Perwakilan (KPW) BI Jatim Difi Ahmad Johansyah, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/6).

Apabila dirinci per denominasi, lanjutnya, perkiraan kebutuhan Uang Pecahan Besar (UPB) yang terdiri atas pecahan Rp 100.000, Rp 50.000 dan Rp 20.000 pada periode Ramadan dan Idhul Fitri 1438 H adalah sebesar Rp 12 triliun. Sedangkan perkiraan kebutuhan uang pecahan kecil (UPK) yang terdiri atas pecahan Rp 10.000 ke bawah diperkirakan sebesar Rp 3,5 triliun.

Difi memastikan, BI Jatim dapat memenuhi kebutuhan persediaan uang masyarakat pada Ramadan dan Idul Fitri 1438 H / Tahun 2017. Dalam rangka antisipasi meningkatnya kebutuhan uang tunai menjelang Ramadan dan Lebaran, Bank Indonesia, Provinsi Jawa Timur telah mempersiapkan strategi pelayanan kebutuhan uang tunai di perbankan maupun masyarakat.

Strategi itu diantaranya; Menyelenggarakan kas kapal bekerja sama dengan TNI AL untuk mendistribusikan uang dan memberikan layanan penukaran ke pulau-pulau terluar di Jawa Timur, yaitu Pulau Bawean, Masalembu, Sapeken, Kangean dan Sapudi untuk antisipasi kebutuhan uang di masyrakat.

Lalu mengimbau perbankan untuk menjaga persediaan uang tunai secukupnya di seluruh ATM, khususnya selama libur panjang (libur bersama Idhul Fitri 1438H), bekerja sama dengan perbankan untuk membuka outlet untuk layanan penukaran di bulan Ramadan mulai 6 hingga 22 Juni 2017, menyelenggarakan kas keliling (layanan penukaran uang) bekerja sama dengan beberapa bank di lokasi tertentu yang representatif antara lain di Lapangan Makodam untuk mempermudah layanan penukaran bagi masyarakat.

Terakhir memberikan Edukasi kepada Masyarakat mengenai penukaran uang melalui iklan layanan masyarakat di Radio dan Leaflet, serta talkshow yang diselenggarakan di jaringan Radio maupun Televisi.

Difi melanjutkan, Dalam rangka memenuhi pecahan tertentu, Bank Indonesia akan menyeimbangkan antara UPK dan UPB agar persentase cash outflow tidak mengalami ketimpangan. "Bank Indonesia pun melakukan kombinasi pemenuhan uang antara uang emisi lama yang layak edar dengan uang emisi baru (uang NKRI)," katanya.

Pelayanan Penukaran Uang

Selain itu, guna melayani penukaran uang untuk masyarakat, Bank Indonesia bersama Bank Umum baik Bank BUMN, Bank Pemerintah maupun Swasta serta BPR membuka lebih dari 600 outlet penukaran di Kantor Cabang Bank Umum dan Kantor BPR yang memasang spanduk khusus penukarandi seluruh wilayah Provinsi Jawa Timur mulai tanggal 6 hingga 22 Juni 2017, setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis.

Sementara itu, kegiatan penukaran bersama 11 bank di lapangan MAKODAM diselenggarakan mulai tanggal 13 hingga 22 Juni 2017, setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis, Pukul 09:30 sampai 12:00. Sebanyak 11 (sebelas) Bank Umum terlibat dalam kegiatan penukaran bersama yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, Bank Syariah Mandiri, BCA, Bank Permata, Bank Muamalat, Bank Maspion, Bank Jatim, dan Maybank.

Tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah meningkatkan pelayanan Bank Indonesia dan perbankan kepada masyarakat sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memerlukan pecahan uang kecil dan pecahan uang baru di momentum ramadhan dan lebaran.

Pada layanan penukaran bersama, masyarakat yang menukar uang pecahan kecil dilayani tanpa dipungut biaya (Gratis) dan terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat. Mengingat kebutuhan masyarakat cukup tinggi, maka Bank Indonesia menggunakan paket maksimal penukaran sebesar Rp 3.700.000 per orang.

Rincian pecahan sebagai berikut uang pecahan Rp 20.000 sebanyak 100 lembar atau senilai Rp 2.000.000, uang pecahan Rp 10.000 sebanyak 100 lembar senilai Rp 1.000.000, uang pecahan Rp 5.000 sebanyak 100 lembar senilai Rp 500.000 dan uang pecahan Rp 2.000 sebanyak 100 lembar senilai Rp 200.000.

BI Jatim mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan penukaran uang di outlet resmi dan menghindari melakukan penukaran pada jasa penukaran di pinggir jalan, serta selalu cermat dan teliti dalam menerima uang hasil penukaran, terutama jika menggunakan layanan penukaran tidak resmi (bukan dari Bank Indonesia atau Perbankan) untuk mengantisipasi beredarnya uang palsu.

(NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Kabare Jatim
KOMENTAR ANDA