1. HOME
  2. KABARE JATIM

Survei Indikator, Jokowi masih 'digdaya' di Jatim ketimbang Prabowo

"Jika pemilu nasional (Pilpres 2019) dilaksanakan saat ini, maka sementara Presiden Jokowi bisa disebut masih menguasai Jatim," kata Hendro.

LSIPI. ©2017 Merdeka.com Reporter : Mochammad Andriansyah | Senin, 12 Juni 2017 10:42

Merdeka.com, Jatim - Selain merilis peta politik jelang Pilgub 2018, Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia juga mengaku mendapati 'geliat' politik nasional di Jawa Timur. Ternyata, saat ini, perolehan suara Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menguasai provinsi timur Pulau Jawa ini.

"Jika pemilu nasional (Pilpres 2019) dilaksanakan saat ini, maka sementara Presiden Jokowi bisa disebut masih menguasai Jatim dibanding nama tokoh-tokoh lain," terang peneliti Indikator, Hendro Prasetyo di Surabaya, Minggu petang (11/6).

Sejumlah tokoh yang dimaksud Indikator belum bisa menyaingi Jokowi di Jawa Timur, itu antara lain; Ketum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto; Megawati Soekarnoputri (Ketum DPP PDIP); Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY (Ketum DPP Demokrat); Harry Tanoesudibyo (Partai Perindo); dan Aburizal Bakrie (Ketua Dewan Pembina Golkar)

"Termasuk beberapa tokoh nasional semacam Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Menkeu Sri Mulyani, ataupun Menkopolhukam Wiranto. Semuanya masih kalah dibandingkan Presiden Jokowi," ujarnya.

Hasil survei Indikator terkait pemilu nasional, kata Hendro, untuk pertanyaan top of mind atau pertanyaan spontan tentang calon presiden kedipilihan Jokowi mencapai angka 28,2 persen.

"Perolehan suara untuk Presiden Jokowi ini, jauh di atas Prabowo Subianto yang hanya 13,6 persen. Sementara nama tokoh-tokoh lainnya masih di bawah 1 persen. Sedang yang tidak tahu atau tidak menjawab, masih tinggi. Yaitu mencapai 52,2 persen," papar Hendro.

Hendro menjelaskan, metodologi survei untuk pemilu nasional yang digunakan Indikator sama dengan survei untuk Pilgub Jawa Timur, yaitu multistage random sampling. Jumlah sample sebanyak 819 orang, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan memiliki margin of error sekitar 3,5 persen.

"Jika responden disodorkan pertanyaan dengan menyebut sejumlah nama atau versi semi terbuka, maka Presiden Jokowi mendapat suara sebanyak 41,7 persen," katanya.

Untuk suara Prabowo di pertanyaan semi terbuka ini, lagi-lagi masih jauh di bawah Jokowi, yaitu 20,8 persen. Untuk nama-nama tokoh lain seperti SBY, Basuki T Purnama (Ahok), dan Soekarwo (gubernur Jatim), semuanya masih di bawah angka 2 persen.

"Sedangkan bila diadu atau head to head antara Jokowi versus Prabowo, maka Jokowi unggul 54,4 persen, dan Prabowo 30,4 persen. Dan yang belum menentukan jawaban atau tidak memilih ada 24,3 persen," ungkap Hendro.

Kesimpulan dari survei ini, masih kata Hendro, warga Jawa Timur terlihat masih belum melihat ada tokoh baru yang signifikan sebagai calon presiden di Pilpres 2019 mendatang.

Tingkat kepuasan masyarakat di Jawa Timur atas kinerja Jokowi sebagai presiden, dinilai positif, yaitu mencapai 71 persen. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata nasional--seperti temuan lembaga survei lain--yaitu 67 persen.

"Presiden Jokowi masih mendominasi potensi kontestasi Pilpres ke depan di Provinsi Jawa Timur. Ini terutama karena tingkat kepuasan atas kinerja Jokowi sebagai presiden. Tingkat kepuasan publik Jawa Timur terhadap kinerja Presiden Jokowi mencapai 71 persen," ujarnya.

Selain mendapati hasil survei Pilpres 2019, Indikator juga menempatkan posisi Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bakal bersaing ketat dengan Mensos Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, jika Pilgub Jawa Timur digelar sekarang.

Sebab, dari pertanyaan versi top of mind yang dilakukan Indikator, suara yang diperoleh Gus Ipul mencapai 13,1 persen, Risma 9.7 persen, dan Khofifah 5,8 persen serta yang tidak tahu atau tidak menjawab ada 61,4 persen. Untuk pertanyaan semi terbuka; Gus Ipul (23,6 persen), Risma (19,2 persen) dan Khofifah (15,7 persen). Untuk yang tidak menjawab, mencapai 25,1 persen.

(NS/MA)
  1. Kabare Jatim
KOMENTAR ANDA