1. HOME
  2. KABARE JATIM

Hadapi bonus demografi 2019, Pemprov Jatim terapakan dual track

"Dual track yang pertama dengan memperbaiki kualitas pendidikan formal," kata Pakde Karwo.

Gubenur Jawa Timur Soekarwo. ©2017 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Sabtu, 12 Agustus 2017 16:50

Merdeka.com, Jatim - Sebagai upaya menyongsong bonus demografi 2019, Pemprov Jatim melakukan berbagai upaya diantaranya menerapkan dual track. Maksudnya, memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan memiliki daya saing.

"Dual track yang pertama dengan memperbaiki kualitas pendidikan formal. Yakni, dengan menambah kurikulum untuk SMA. Kurikulum yang dimaksud adalah menyisipkan pendidikan vokasional," kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo (Pakde Karwo), saat Pembukaan Pertandingan Olahraga dan Seni dalam rangka Peringatan HUT RI ke 72 di Kantor Gubernur Jatim, Surabaya, Jumat (11/8).

Selama ini, Pakde Karwo melanjutkan, pendidikan vokasional sudah diterapkan di SMK.Dual track juga diterapkan di sektor informal. Secara prinsip adalah mempersiapkan ketenaga kerjaan di Jatim, yaitu membenahi Balai Latihan Kerja (BLK). "Apabila SMA memiliki kurikulum pendidikan vokasional maka akan menambah kualitas lulusannya," ujarnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Jatim bekerjasama dengan semua rektor yang memiliki fakultas teknik sipil. Tujuannya adalah agar bisa menjadi pembina untuk SMK maupun SMA. Selain itu juga membantu meningkatkan sekolah yang belum memiliki akreditasi.

Selain itu, melalui SMK Mini menjadi solusi terhadap kebutuhan ketenaga kerjaan. Di Jatim ada 270 SMK mini yang memproduk 54 ribu tenaga kerja pertahun. Untuk menampung dan meningkatkan kualitas siswa SMK Mini, Pemprov Jatim membuat MoU dengan 29 pengusaha Jerman yang ada di Jatim.

"Nantinya siswa SMK Mini akan mendapatkan tempat magang yang berskala internasional tujuannya agar memiliki daya saing," ucapnya.

(NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Pemprov Jatim
KOMENTAR ANDA