1. HOME
  2. KABARE JATIM

Gus Ipul nilai full day school masih perlu dimatangkan

"Mestinya, dimatangkan dulu, ide dasarnya seperti apa. Banyak yang harus dibahas, banyak yang belum tahu," kata Gus Ipul.

Wakil Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul). ©2017 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Kamis, 15 Juni 2017 21:47

Merdeka.com, Jatim - Wacana full day school mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Termasuk Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Ia menilai rancangan ini masih perlu dimatangkan dulu petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis penerapannyya.

"Mestinya, dimatangkan dulu, ide dasarnya seperti apa. Banyak yang harus dibahas, banyak yang belum tahu, dari ide dasar itu tadi seperti apa," katanya, usai menghadiri Rapat Paripurna di Kantor DPRD Jawa Timur, Surabaya, Kamis (15/6).

Selain itu, Gus Ipul mengharapkan konsepnya nanti bisa diperjelas. Ini dilakukan dengan melihat realitas di lapangannya seperti apa. "Pasalnya, ada pendidkan formal, non formal dan informal. Bagaiman ketiga-tiganya bisa jalan," tuturnya.

Mengenai infrastruktur, ia melanjutkan, perlu ditinjau kesiapan seluruh sekolah menjalankan pendidikan 8 jam itu. Terlebih guru-guru dan siswanya. "Jangan sampai ide gagasan tidak terlaksana, karena faktor guru, infrastruktur atau lingkungannya. Panjang jadinya kalau seperti itu," Gus Ipul menambahkan.

Gus Ipul juga menyoroti masih adanya guru tidak tetap (GTT) yang belum jelas insentifnya. "Saat ini guru GTT yang belum jelas bayarannya, 3000 lebih," ungkapnya.

Adapun Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Saiful Rahman menyebutkan belum sepenuhnya sistem full day school 8 jam selama 5 hari dalam seminggu dilakukan di Jawa Timur.

Untuk tingkat SMA/SMK, Saiful melanjutkan, memang siap menjalankan aturan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ini. Ini dikarenakan siswa SMA sudah mulai disiapkan untuk ke perguruan tinggi. Sementara di tingkat SMK, bertujuan memperbanyak praktik sebagai bekal untuk magang ataupun berkerja di perusahaan

"Juga menyesuaikan jam kerja di perusahaan yang biasanya pulang jam 4 sore," tutur Saiful Rahman saat ditemui di kantornya, Rabu (14/6).

Namun, sambungnya, program full day school ini masih harus dipertimbangkan lagi untuk di tingkat SD dan SMP. "Kalau tingkat SD dan SMP harus dipertimbangkan geografis, sarana prasarana dan aspek lainnya," katanya.

(NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Pendidikan
KOMENTAR ANDA