1. HOME
  2. KABARE JATIM

Gus Ipul ngevlog, sebut pembantaian Suku Rohingnya 'perbuatan biadab'

"Saya tidak bisa tidur setelah melihat video itu. Ini perbuatan biadab, melanggar HAM," kata Gus Ipul.

Gus Ipul ngevlog pembantaian Suku Rohingnya. ©2017 Merdeka.com Reporter : Mochammad Andriansyah | Selasa, 05 September 2017 12:00

Merdeka.com, Jatim - Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengatakan hatinya teriris-iris setelah melihat video kekerasan militer Myanmar terhadap suku Rohingnya. Berikut kesan yang disampaikannya melalui blogging (vlog) yang diunggahnya pada Jumat (1/9) lalu.

"Saya tidak bisa tidur setelah melihat video itu. Ini perbuatan biadab, melanggar HAM dan dapat dikatakan sebagai pembunuhan massal," katanya, yang juga Ketua PBNU ini.

Dengan tegas, Gus Ipul mengutuk aksi biadab tersebut. Ia mendesak dunia dan PBB segera turun tangan. Kekejaman terhadap suku asal Negara Bagian Rakhine ini tidak bisa dibiarkan. "Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, Indonesia juga harus ikut ambil bagian untuk menyelamatkan suku Rohingnya," ujarnya.

Gus Ipul berharap umat Islam di seluruh dunia bersatu untuk selalu mendoakan dan memberikan bantuan pada suku Rohingnya. "Kepada suku Rohingnya, tabahlah. Teruslah berjuang karena Allah akan selalu memberi pertolongan bagi orang-orang yang dizalimi," ujarnya.

Ansor dan Banser Jatim salat gaib

Di Surabaya, ratusan kader GP Ansor dan Banser se Jawa Timur menggelar salat gaib dan tahlil di kantor pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Jalan Masjid Agung, Senin (4/9) siang.

"Kami mengajak seluruh umat Islam di Jatim agar melakukan salat gaib untuk para korban meninggal di Rohingya," kata Ketua GP Ansor Jawa Timur Rudi Tri Wahid.

Wahid juga mengajak seluruh umat Islam untuk doa bersama agar para korban meninggal mendapat tempat yang lapang di sisi Allah. Pun begitu dengan korban luka, agar bisa segera mendapat kesembuhan.

"Juga bagi para korban hilang, dengan doa kita bersama, segera bisa ditemukan. Bagi yang di pengungsian, mendapat jaminan pengamanan dan perlindungan," ujarnya.

GP Ansor dan Banser se-Jawa Timur juga mengajak seluruh organisasi kepemudaan, serta masyarakat Indonesia lainnya untuk melakukan aksi solidaritas kemanusiaan dan misi bantuan terhadap warga Rohingya.

"GP Ansor Jatim mengutuk keras tragedi kemanusian terhadap saudara-saudara kita di Rohingya dan berharap agar segera dihentikan," katanya.

Wahid melanjutkan, "Kami juga mengajak untuk lebih aktif melakukan aksi people to people diplomacy di kawasan Asia dengan tujuan agar konflik geopolitik di Myanmar itu tidak diimpor ke negeri kita," katanya.

Selain melakukan istigosah bersama, GP Ansor dan Banser se Jawa Timur ini juga menggelar konvoi untuk menyuarakan perdamaian di Rohingya.

"Kami juga menginstruksikan kepada semua kader dan anggota Ansor Jatim untuk menjadi motor penggerak harmonisasi di tengah-tengah masyarakat dan melakukan aksi nyata yang solutif dalam menyikapi tragedi kemanusiaan di Myanmar ini," ujarnya memungkasi.

(NS/MA) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Gus Ipul
KOMENTAR ANDA