1. HOME
  2. KABARE JATIM

Gus Ipul dorong peningkatan kualitas pendidikan SMK

"Baru 45 persen di antaranya yang telah memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan," kata Gus Ipul.

Wagub Jatim Saifullah Yusuf saat menyiram calon taruna SMK Taruna. ©2017 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Jum'at, 08 September 2017 11:20

Merdeka.com, Jatim - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus fokus meratakan standar kualitas pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Jatim. Wakil Gubernur Jawa timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyebutkan di Jawa Timur, hingga saat ini terdapat 1.800 SMK, 280 di antaranya SMK Negeri. Selebihnya berupa SMK Swasta.

"Baru 45 persen di antaranya yang telah memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan," kata Gus Ipul saat menghadiri Pelantikan Taruna-Taruni Angkatan XVII SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Jember, Kamis (7/9).

Ia mengatakan, salah satu SMK yang telah terakreditasi atau memenuhi standar kualitas adalah SMK Perikanan dan Kelautan Puger Jember. SMK tersebut, kata Gus Ipul, telah berakreditasi A dan bersertifikat ISO 2000. Artinya telah memenuhi standar dan telah diakui oleh dunia internasional. Karena itu, pencapaian positif yang diraih SMK Perikanan dan Kelautan Puger diharapkan Gus Ipul bisa menginspirasi SMK-SMK lainnya di Indonesia.

Gus Ipul menilai, pengelola sekolah SMK Perikanan dan Kelutan Puger telah bekerja keras, cerdas, ikhlas, dan mau menyelaraskan kurikulum sekolah dengan bidang kerja yang dibutuhkan dunia usaha saat ini.

"Saya sangat bangga dengan prestasi SMK Perikanan dan Kelautan Puger Jember. Selain mengalami kemajuan yang luar biasa, lulusannya juga bisa langsung diterima di dunia kerja bahkan hingga ke luar negeri," kata Gus Ipul.

Untuk menambah motivasi belajar agar menjadi manusia unggul dan mampu berkompetisi di dunia kerja, Gus Ipul memberikan kunci-kunci keberhasilan kepada para taruna. Pertama, para taruna harus mempunyai kedisiplinan yang tinggi, dengan cara menghargai waktu, menghargai orang lain, dan menghargai proses belajar-mengajar. "Siapapun yang disiplin akan menjadi yang terdepan," katanya.

Kedua, memiliki daya saing tinggi yang diperoleh dengan cara meningkatkan kompetensi sesuai bidang minatnya. "Mempunyai keunggulan kompetisi, yang tidak akan habis selama kita mempunyai kreativitas dan inovasi," ujarnya lebih lanjut.

Ketiga, cinta tanah air. Para pelajar harus mencintai tanah air. Terpenting, kita harus menghormati para pendiri negara dengan cara mengisi kemerdekaan yaitu kobarkan cinta tanah air.

Pada kesempatan itu Gus Ipul berpesan agar taruna-taruni selalu ingat dengan apa yang telah dilakukan oleh orang tua. Mereka bekerja keras agar anak-anak nya mendapatkan pendidikan tinggi, hingga pada akhirnya bisa menjadi orang yang sukses, dan bermanfaat bagi orang lain.

Sementara itu Kepala Sekolah SMK Perikanan dan Kelautan Puger Jember Kuntjoro Basuki mengatakan SMK Perikanan dan Kelautan Puger Jember dibawah naungan Yayasan Pendidikan dan Pondok Pesantren Darsul Bihar Jember.

Jumlah calon taruna angkatan XVII tahun 2017 yang akan dilantik sebanyak 176 taruna, mereka berasal dari berbagai daerah bahkan ada yang berasal dari Tanjung Pinang. Para calon taruna-taruni sebelum dilantik telah mengikuti LDDK (Latihan Dasar Disiplin Korp) selama satu bulan. Intinya mereka dilatih kedisiplinan.

Jumlah 176 taruna ini terbagi di lima program studi keahlian, yaitu Nautika Kapal Penangkapan Ikan, Teknika Kapal Penangkapan Ikan, Teknologi Pengelolaan Hasil Perikanan Agribisnis Perikanan dan Desain Perkapalan.

Menurut Kepala Sekolah yang juga mantan Banser NU itu lulusan SMK Perikanan dan Kelautan Puger Jember sampai saat ini begitu lulus langsung mendapatkan pekerjaan bahkan sampai ke luar negeri. Antara lain ke Jepang, Korea, China, Taiwan. "Sampai bulan April 2017 para alumni telah terserap habis di dunia kerja," ujarnya.

Banyak pula prestasi yang telah didapat, antara lain dipercaya mendidik guru-guru kelautan dan perikanan se-Indonesia, mempunyai lembaga sertifikasi, mengikuti pameran di Jakarta, NTT bahkan di Hongkong dan mendapatkan penghargaan.

"Dunia perikanan masih membutuhkan pekerja, dan saya harapkan para taruna- taruni mampu mengangkat kedaulatan laut Indonesia dengan kedisiplinan, kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas," katanya.

(NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Pendidikan
KOMENTAR ANDA