1. HOME
  2. KABARE JATIM

Gus Ipul dorong Pancasila jadi working ideology

"Pancasila sebagai pemersatu kita di tengah era globalisasi," kata Gus Ipul.

Gus Ipul dalam acara bedah buku. ©2017 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Selasa, 13 Juni 2017 10:47

Merdeka.com, Jatim - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mendorong Pancasila agar menjadi working ideology atau diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh elemen masyarakat. Karena di era globalisasi saat ini, Pancasila seolah hanya berupa jargon yang kerap dipidatokan di acara-acara formal.

"Kami selalu mendorong agar Pancasila menjadi working ideology yang bekerja di tengah masyarakat. Pancasila sebagai pemersatu kita di tengah era globalisasi," kata Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim saat Bedah Buku 'Pancasila-isme dalam Dinamika Pendidikan' di Gedung Serbaguna Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Jalan Ketintang Surabaya, Senin (12/6).

Gus Ipul mengatakan, menjadikan Pancasila sebagai working ideology artinya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam melaksanakan pekerjaan serta menyelesaikan segala persoalan dalam kehidupan sehari-hari, mulai masalah kecil sampai besar, apalagi permasalahan politik.

Ia mencontohkan, dalam sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan yang Maha Esa. "Bagi yang beragama muslim, kita bisa mengimplementasikan makna sila itu dengan hadir salat berjamaah di masjid. Makin banyak yang hadir, berarti makin banyak pula yang mengamalkan Pancasila,” katanya.

Pentingnya menjadikan Pancasila sebagai working ideology di era globalisasi, lanjut Gus Ipul, dikarenakan penduduk Indonesia dinilai sudah mulai melupakan Pancasila. Berdasarkan riset Lembaga Survey Indonesia (LSI), terdapat 8 persen penduduk Indonesia yang tidak percaya Pancasila bisa menyejahterakan bangsa.

Karena itu, Gus Ipul mendukung acara bedah buku yang bertajuk "Pancasila-isme dalam Dinamika Pendidikan" ini. Pasalnya, pendidikan adalah cikal bakal berkembangnya paham-paham yang ada di tengah masyarakat, terutama generasi muda. "Buku ini membuat kita lebih paham dan mengerti Pancasila," ujarnya.

(NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Kabare Jatim
KOMENTAR ANDA