1. HOME
  2. KABARE JATIM

Gus Ipul berkomitmen percepat masuknya listrik dan transportasi di Kepulauan Madura

"Tidak ada cara lain, selain menyediakan listrik yang cukup bagi masyarkat kepulauan," kata Gus Ipul.

Gus Ipul saat bertemu kepala desa se-Kabupaten Sumenep. ©2018 Merdeka.com Reporter : Nur Salam | Rabu, 27 Desember 2017 17:57

Merdeka.com, Jatim - Infrastruktur merupakan salah satu fokus yang tengah digencarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Terutama wilayah kepulauan seperti Madura. Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan salah satu pencapaian yang terlihat ketersediaan listrik dan transportasi yang memadai.

"Kesehatan dan pendidikan penting, tapi setidaknya juga ada dua hal yang selama ini harus dipercepat di Kepulauan Madura," kata Gus Ipul saat menghadiri Silaturahmi bersama Asosiasi Kepala Desa (AKD) se-Kabupaten Sumenep, Rabu (27/12).

Gus Ipul meyakini, jika wilayah kepulauan dapat teraliri listrik akan memberikan ruang lebih dalam berkarya, berwirausaha sehingga daerahnya akan maju dan meningkat pertumbuhan ekonominya. "Tidak ada cara lain, selain menyediakan listrik yang cukup bagi masyarakat kepulauan. Bahkan, PLN berkomitmen pada tahun 2019 seluruh daratan di Jatim teraliri listrik," ujarnya yang disambut tepuk tangan Kepala Desa yang hadir.

Selain listrik, sarana transportasi yang memadai akan mendukung akses masyarakat kepulauan. Gus Ipul berkomitmen agar transportasi laut dan udara bisa diwujudkan di setiap wilayah kepulauan di Jatim.

Menurutnya, keberadaan Bandara Trunojoyo yang ada di Sumenep harus dioptimalkan. Diyakini, jika tranportasi laut dan udara terwujud akan mempercepat kesejahteraan masyarakat Madura.

"Saya yakin, jika transportasi laut dan udara terbentuk akan memperlancar arus barang dan jasa yang masuk ke Madura khususnya wilayah kepulauan. Jika itu terwujud, akan memajukan pertumbuhan ekonomi di Pulau Madura," kata dia.

Dalam kesempatan ini, Gus Ipul juga meminta setiap kepala desa (kades) memahami aturan penggunaan dana desa, supaya di kemudian hari tidak ada masalah dengan penggunaannya.

Ia mengatakan, saat ini seluruh desa di Indonesia mendapat kucuran anggaran yang cukup untuk membangun desa sesuai potensi di setiap wilayahnya. Hadirnya Undang-undang tentang desa, akan memberikan ruang yang lebih besar bagi Kades untuk memajukan desanya, terutama dengan adanya anggaran dari pemerintah pusat.

Guna mengantisipasi maupun menanggulangi penyelewengan dana desa yang terjadi di Jatim, Gus Ipul sapaan akrabnya menjelaskan bahwa Pemprov Jatim telah memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dengan cara mendidik dan mendiklat para kades.

"Pemprov Jatim telah mendiklat para kades agar cerdas, jujur dan amanah dalam menggunakan dana desa sesuai aturan. Jangan sampai, kades memanfaatkan dana desa untuk kepentingannya sendiri," kata dia.

(NS/NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Pilgub Jatim
KOMENTAR ANDA