1. HOME
  2. KABARE JATIM

Gubernur Jatim segera revitalisasi kurikulum pendidikan SMK

"Lulusan SMK -nya harus tersertifikasi, tidak hanya berstandar nasional saja melainkan juga harus berstandar Internasional," kata Pakde Karwo.

Gubernur Jatim dalam seminar Revitalisasi SMK Untuk Produktivitas dan Daya Saing Bangsa. ©2017 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Rabu, 30 Agustus 2017 16:41

Merdeka.com, Jatim - Strategi untuk menahan dan menjaga agar pendapatan perkapita Jatim tidak turun, yakni menjadikan pertumbuhan industri harus lebih tinggi dari pada pertumbuhan ekonomi. Hal itu disampaikan Gubernur Soekarwo (Pakde Karwo), saat memberikan paparan pada acara Seminar Nasional 'Revitalisasi SMK Untuk Produktivitas dan Daya Saing Bangsa' di Gedung Dyandra Convention Centre, Jalan Basuki Rahmad Surabaya, Selasa ( 29/8).

Untuk itu, lanjut Pakde Karwo, kualitas SDM yang memiliki keahlian menjadi hal penting. Karenanya, revitalisasi SMK di Jatim sangat diperlukan dan segera diwujudkan komposisi perbandingan sebanyak 30 persen untuk SMA dan 70 persen SMK. "Lulusan SMK -nya harus tersertifikasi, tidak hanya berstandar nasional saja melainkan juga harus berstandar Internasional," kata Pakde.

Selain itu, menurut Pakde Karwo, revitalisasi pendidikan vokasional (SMK ) juga harus dilakukan di kurikulumnya, yang harus menyesuaikan kebutuhan pasar atau lapangan kerja, yaitu industri atau perusahaan. Praktik yang awalnya 30 persen agar diubah menjadi 70 persen, sebaliknya teori di dalam kelas yang awalnya 70 persen menjadi 30 persen.

Dengan dilakukan revitalisasi ini, lanjut Pakde Karwo, semua lulusan SMK diharapkan bisa tertampung dan diterima pada setiap lowongan kerja atau bursa kerja, baik di perusahaan besar maupun UMKM.

Revitalisasi SMK sendiri, ditegaskannya, bisa terwujud dengan baik apabila didukung oleh semua stakeholder, mulai dari pemerintah, dunia usaha/dunia industri, SMK itu sendiri, maupun DPRD. Pakde Karwo juga menjelaskan kondisi 1.954 SMK negeri dan swasta di Jatim. "Dari jumlah tersebut, SMK yang sudah bersertifikasi sebanyak 291 SMK dan yang lainnya sedang dalam proses," ujarnya.

Rencana Tahun 2018

Untuk peningkatan kualitas SMK, jelas Pakde Karwo, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, telah bekerjasama antara Universitas Brawijaya (UB) Malang, khususnya fakultas teknik dengan SMK- SMK ada di daerah Kediri, Tulung Agung, Blitar, Nganjuk, Trenggalek, Madiun dan sekitarnya.

Peningkatan mutu/kualitas SMK di Jatim,l melalui pemberian tambahan jam ekstra kurikuler dan atau pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan di BLK Kediri. Dosen tehnik dari UB tsb menjadi mentor/ pelatih/guru dari SMK yang mengikuti pelatihan-pelatihan.

Demikian pula, tahun 2018 dosen ITS dan UNESA serta UM melalui fakultas tekniknya akan diajak kerja sama meningkatkan kualitas SDM SMK. Untuk menunjang kerjasama ini, tambah Pakde Karwo, Kepala Dinaskertran Jatim diminta untuk menambah kuota Balai Latihan Kerja (BLK) Non Formal dari 18 ribu menjadi 28 ribu anak yang mengikuti pelatihan.

Selain pelatihan di BLK, pemprov. Jatim juga telah bekerjasama dengan 14 perusahaan Jerman untuk dijadikan sebagai tempat praktik pengembangan ilmu sekolah dan pengembangan teknologi siswa SMK.

Ditambahkan, selain Jerman, Pemprov Jatim juga telah bekerjasama dengan pemerintah Australia Barat, Amerika serikat serta Tiongkok untuk meningkatkan mutu pendidikan vokasional SMK.

(NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Kabare Jatim
KOMENTAR ANDA