1. HOME
  2. KABARE JATIM

Exchange Student Jatim-Osaka diharapkan bisa cetak generasi unggul

SEP 2017 sendiri dilaksanakan pada 20-24 November 2017.

Pertukaran pelajar ke jepang . ©2018 Merdeka.com Reporter : Nur Salam | Selasa, 30 Januari 2018 15:48

Merdeka.com, Jatim - Student Exchange Program (SEP) program pertukaran pelajar Jawa Timur-Osaka Jepang diharapkan mampu mendorong terbentuknya generasi yang unggul, percaya diri dan mandiri. Oleh karena itu, kegiatan SEP dilakukan setiap tahun.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Humas Dan Protokol Pemprov Jatim Benny Sampirwanto saat menyerahkan sertifikat SEP 2017 di ruang rapat Biro Humas dan Protokol di Kantor Gubernur Jatim Lantai 2 kompleks belakang, Jalan Pahlawan Nomor 110 Surabaya, Selasa (30/1). SEP 2017 sendiri dilaksanakan pada 20-24 November 2017.

Benny mencontohkan, percaya diri dan kemandirian tersebut antara lain didorong melalui diikutkannya para siswa SMA Jatim belajar mata pelajaran seperti matematika dan penampilan budaya Jatim di sekolah-sekolah mitra di Osaka Jepang. Kedisiplinan juga menjadi sisi lain yang dapat dipelajari dari keikutsertaan pada progra SEP ini.

Ditambahkan, pemberian sertifikat yang ditandatangani direktur kerja sama luar negeri pemerintah provinsi/prefecture kedua belah pihak juga menjadi nilai plus bagi peserta. Dia berharap sertifikat tersebut menjadi nilai bagi peserta, baik untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi maupun di dunia kerja.

SEP 2017 merupakan program tahun ke-5, sebagai realisasi kerjasama provinsi/prefecture kembar Jatim-Osaka. Kegiatan yang pertama kali dilakukan pada 2013 ini merupakan tindak lanjut pertemuan antara Gubernur Jatim dengan Gubernur Osaka Ichiro Matsui pada 19 Pebruari 2012.

Untuk semakin mendekatkan masyarakat dua belah pihak, kedua gubernur bersepakat saling mengirim para pemuda atau siswanya melalui program SEP. Kepala SMA 3 Sidoarjo Eko Rejoso mengatakan, SEP telah meningkatkan kepercayaan diri bagi sekolah, bukan hanya bagi siswa tetapi juga para pengajarnya. "Program ini ikut memotivasi para guru dalam bekerja," ujarnya,

Dia melanjutkan, "Kami bersyukur siswa kami, bisa ikut kegiatan ini. Mereka juga banyak belajar tentang kedisiplinan. Orang orang Jepang menerapkan budaya on time, dan itu terkadang kita belum bisa menerapkannya. Jepang juga menerapkan budaya yang santun dan sangat menghargai waktu."

(NS/NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Kabare Jatim
KOMENTAR ANDA