1. HOME
  2. KABARE JATIM

Dua periode Karsa, angka kemiskinan Jatim turun 30 persen lebih

"Berarti, terjadi penurunan hingga 5,48 poin persen," ujar Teguh.

Pakde Karwo dan Gus Ipul. ©2018 Merdeka.com Reporter : Nur Salam | Jum'at, 05 Januari 2018 19:12

Merdeka.com, Jatim - Dua periode pemerintahan Gubernur Soekarwo dan Wakil Gubernur Saifullah Yusuf (Karsa), angka kemiskinan di Jawa Timur turun signifikan. Tak tanggung-tanggung, penurunan itu lebih dari 30 persen.

Mulai menjabat pada Februari 2009, keduanya langsung merancang program-program percepatan pengentasan kemiskinan. Di antaranya, program Jalan Lintas menuju Kesejahteraan Rakyat (Jalin Kesra) pada tahun 2009-2014, serta sekarang dilanjutkan dengan Jalan Lintas menuju Masyarakat Sejahtera (Jalin Matra).

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, semula pada Maret 2009, persentase kemiskinan di Jatim mencapai 16,68 persen atau 6,02 juta jiwa. Terbaru pada September lalu, angka ini menyusut menjadi 11,2 persen atau 4,4 juta jiwa.

"Berarti, terjadi penurunan hingga 5,48 poin persen," ujar Kepala BPS Jatim Teguh Pramono, dalam keterangan tertulisnya. Sehingga angka kemiskinan di Jatim turun signifikan hingga 32,85 persen bila membandingkan di awal pemerintahan Karsa dengan saat ini.

Tentunya penurunan ini bertahap. Paling terlihat dari Maret 2009-Maret 2010 terjadi penurunan hingga 1,42 poin persen, yaitu dari 16,68 persen (Maret 2009) menjadi 15,26 persen (Maret 2010). Kemudian pada Maret 2011 menjadi, 14,27 persen, hingga terakhir September menjadi 11,20 persen.

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1)

Indeks ini berarti seberapa besar jarak rata-rata pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. "Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan. Juga sebaliknya semakin rendah indeks ini, semakin dekat rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan," kata Teguh.

Bila diamati dalam dua periode, nilai P1 menurun 0,793 poin, yakni dari 2,88 pada Maret 2009 menjadi 2,087 pada September 2017. Penurunan di perkotaan sekitar 0,812 poin sedangkan di pedesaan turun 0,793 poin. Karsa sukses medangkalkan kedalaman kemiskinan di Jawa Timur melalui program Jalin Kesra dan Jalin Matranya.

Indeks Keparahan Kemiskinan (P2)

Indeks ini mengukur tingkat ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin. Semakin tinggi nilai indeks maka semakin tinggi ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin. Nilai P2 menurun 0,203 poin, yakni dari 0,76 pada Maret 2009 menjadi 0,557 pada September 2017.

"Dilihat dari kawasannya, penurunan di perkotaan sekitar 0,239 poin sedangkan di pedesaan jadi 0,141 poin," katanya.

(NS/NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Pemprov Jatim
KOMENTAR ANDA
MEDIA INTERAKTIF
Keren nih! Program Seribu Dewi dari Gus Ipul bisa kurangi pengangguran dan kemiskinan

"Bayangkan kalau ada seribu desa wisata, berarti pengangguran terkurangi," kata Gus Ipul.

IKUTI DISKUSI
TERPOPULER
Pariwisata