1. HOME
  2. KABARE JATIM

Dianggap netral, Satri bakal dilibatkan Bawaslu Jatim untuk awasi pemilu

Ketua Bawaslu Jawa Timur Moh Amin mengatakan, pelibatan para santri pondok pesantren ini karena mereka diaggap bisa netral dan tidak berpihak.

Bawaslu Jatim Gelar Sosialisasi Partisipatif Pemilu di Masjid Al Akbar Surabaya . ©2018 Merdeka.com Reporter : Mochammad Andriansyah | Jum'at, 29 Desember 2017 10:55

Merdeka.com, Jatim - Kali pertama, Badan pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur melibatkan jutaan santri pondok pesantren untuk mengawasi Pilkada serentak 2018 maupun Pemilu 2019.

Saat pesta demokrasi lima tahunan digelar, para santri yang terlibat akan disebar di tiap TPS (Tempat Pemungutan Suara) dan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di masing-masing kota/kabupaten.

Ketua Bawaslu Jawa Timur Moh Amin mengatakan, pelibatan para santri pondok pesantren ini karena mereka dianggap bisa netral dan tidak berpihak.

"Apalagi banyak kepala daerah berasal dari santri dan santriwati. Sehingga lebih bisa bertanggungjawab," katanya di acara Sosialisasi Pengawasan Partisipasi yang digelar di Masjid Al Akbar Surabaya, Rabu (27/12) malam.

Sementara komisioner Bawaslu Jawa Timur, Trimuda Ancas Wicaksono merinci, ada sekitar 2,5 juta santri dari 5.250 pesantren di 38 kota/kabupaten yang dilibatkan. "Masing-masing pesantren mendelegasikan 34 sampai 40 santri dan santriwatinya," kata Ancas.

Khusus untuk pesantren di wilayah Gersik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertasusila), lanjutnya, ada sekitar 100 santri yang dilibatkan.

"Jumlahnya lebih banyak karena lokasi sangat strategis," tandas komisioner bidang Hukum dan Penindakan Pemilu ini.

Sekadar informasi, selain dihadiri para santri se-Jawa Timur, sosialisasi pelibatan para santri di Pemilu untuk kali pertama ini, juga dihadiri Komisioner Bawaslu RI, Muhamad Afifudin; Danrem 084 Bhaskara Jaya, Kolonel (Inf) M Zulkifli; serta Panwaslu se-Jawa Timur.

(NS/MA)
  1. Info Jatim
  2. Pilgub Jatim
KOMENTAR ANDA