1. HOME
  2. KABARE JATIM

Di Pilgub Jatim, PPP kubu Djan Faridz ikut arah politik PDIP

PPP Djan Faridz mengaku memiliki komitmen dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) soal Pilkda serentak.

Rapat Konsolidasi PPP Kubu Djan Faridz di Surabaya . ©2017 Merdeka.com Reporter : Mochammad Andriansyah | Kamis, 07 September 2017 11:06

Merdeka.com, Jatim - Di Pilgub Jawa Timur 2018, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz cukup sadar diri. Selain masih berstatus sengketa dengan kubu Romahurmuziy, partai Kabah ini hanya memiliki lima kursi di DPRD Jawa Timur.

Namun, PPP Djan Faridz mengaku memiliki komitmen dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) soal Pilkda serentak. Siapa yang akan diusung PPP, semuanya tergantung partai besutan Megawati Soekarnoputri.

Karena alasan itulah, PPP versi Djan Faridz tidak akan membuka penjaringan bakal calon gubernur (Cagub)-Cawagub di Pilgub Jawa Timur.

"Penjaringan secara resmi kita enggak, karena kita tahu masih sengketa," kata Koordinator Wilayah PPP Jawa Timur, Mimin Austiyana di sela rapat konsolidasi DPW-DPC PPP versi Djan Faridz di Surabaya, Rabu (6/9) sore.

Hal ini berbeda dengan yang dilakukan DPW PPP Jawa Timur versi Romi –sapaan akrab Romahurmuziy-- yang di bulan Agustus kemarin membuka pendaftaran penjaringan bakal Cagub-Cawagub dengan mahar Rp 35 juta. Dan ada dua calon yang daftar: Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Kombes Pol Syafi’in.

Sementara PPP versi Djan Faridz, meski tak membuka penjaringan, mereka memastikan akan tetap berpartisipasi di Pilkada serentak, khususnya Pilgub Jawa Timur, dan siap mendukung calon yang mau bekerjasama dengan PPP.

"Siapapun calon yang datang ke kita, ya kita rekom. Rekom dalam arti mendukung ya, kalau memang tidak bisa mengusung (karena berstatus sengketa dan hanya punya lima kursi di dewan Jatim), ya mendukung," kata Mimin.

Politikus perempuan yang juga menjabat Wasekjen DPP PPP ini menambahkan, di Pilkada serentak tahun depan, pihaknya akan mengikuti sikap politik PDIP.

"Kalau soal Pilgub Jatim, kita sebenarnya, kalau di tingkat pusat, itu kita kan sudah ada semacam komitmen dengan PDIP, ya kan, tapi untuk khusus Jatim, ketua umum (Djan Faridz) belum memberikan rambu-rambu ke mana," katanya.

"Kita lihat dulu, PDIP mau ke mana ini (Gus Ipul atau Khofifah, atau yang lain). Ya nanti kita lihat, PPP Djan Farid juga belum menentukan," sambungnya.

Untuk menentukan calon yang akan didukung, PPP versi Djan Faridz mengaku memiliki standart khusus. "Kalau kita, Pak Djan Faridz punya standart pencalonan atau SOP tersendiri mengusung calon itu dengan beberapa komitmen."

"Kalau calon itu mau menjalankan ini (komitmen) ya kita rancang komitmen, komitmen keumatannya kita buat. Itu saja. Rancangan komitmen keumatan kita sodorkan siapa yang mau, ya itu (yang akan didukung)," ujarnya.

Sebut PPP-nya Romi 'abal-abal'

Agustus kemarin, PPP kubu Romahurmuzy membuka pendaftran penjaringan bakal calon gubernur (Cagub)-Cawagub Jawa Timur. Padahal, hingga saat ini, status partai Kakbah ini masih bersengketa: antara PPP versi Romahurmuziy dan Djan Faridz.

"Ada surat dari salah satu Dirjen Kemenkum HAM yang mengatakan bahwa, PPP sampai saaat ini masih sengketa. Kita ada suratnya. Jadi kalau Romi mau ngusung itu tidak tepat. Itu penipuan. Saya katakan penipuan, iya," kata Wasekjen DPP PPP versi Djan Faridz, HM Mahfud saat menghadiri Rapat Konsolidasi DPW-DPC PPP se Jawa Timur di Surabaya.

Menurut dia, rekomendasi untuk Pilkada itu harus ditandatangani bersama-sama. "Putusan KPU (Komisi Pemilihan Umum) seperti itu. Tapi saya yakin setelah keluar kasaasi, kalau kita (kubu Djan Faridz) dimenangkan tidak akan muncul rekom Romi ini," ujarnya.

Lebih keras, Mahfudz menilai mekanisme penjaringan Cagub-Cawagub yang dibuka DPW PPP versi Romi bulan Agustus kemarin adalah 'abal-abal'. "(Penjaringan) Hanya sarana menggali uang saja. Tahu kan penjaringan (yang dibuka PPP kubu Romi) kemarin, (formulirnya) Rp 35 juta. Kalau di DPW-nya Djan Faridz tidak ada mahar. Nggak ada Mahar," katanya.

Kalau keikutsertaan PPP kubu Romi di Pilgub Jawa Timur ini dipaksakan, kubu Djan Faridz memastikan akan ada tuntutan secara hukum. "KPU pun tidak akan (memverifikasi). Jadi imbauan dari kami, bahwa surat dari Kemenkum HAM sampai saat ini, PPP masih sengketa. Jadi saya rasa kandidat (Cagub-Cawagub Jatim) bisa mikir sendiri kalau masih sengketa itu seperti apa."

Seperti diketahui, saat penjaringan bakal Cagub-Cawagub di DPW PPP Jawa Timur versi Romi, ada dua calon yang mendaftar, yaitu Wagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Analis Kebijakan Madya Bidkum Mabe Polri, Kombes Pol Syafi’in.

Koordinator Wilayah (Korwil) Jawa Timur PPP versi Djan Faridz, Mimim Austiyana menyebut, dua calon yang sudah membayar uang pendaftran Rp 35 juta itu akan rugi besar. Karena rekom dari partai pemilik lima kursi di DPRD Jawa Timur itu bisa gugur.

"Dia (Romi) ke-PD-an sih. Silahkan calon yang minta Romi ngusung, silahkan. Tapi kita kan masih mempermasalahkan (status PPP) itu, pasti rugi dia (pendaftar). Kalau rekom turun, calon bisa gugur," ucapnya Mimin sinis.

(NS/MA)
  1. Pilgub Jatim
KOMENTAR ANDA