1. HOME
  2. KABARE JATIM

Den Boyo, buku cerita edukatif untuk ajarkan anak merawat gigi

"Hal ini diharapkan agar anak-anak tertarik untuk lebih memahami tentang kesehatan gigi dan mulut," katanya.

Den Boyo dan giginya yang berlubang. ©2018 Merdeka.com Reporter : Nur Salam | Rabu, 03 Januari 2018 11:55

Merdeka.com, Jatim - Tak mudah mengajarkan anak, terutama untuk menjaga kesehatan giginya. Menghadapi persoalan itu, mahasiswa 'Co-Ass' (Dokter Gigi Muda) FKG UNAIR berhasil membuat produk inovatif-edukatif kesehatan gigi dan mulut berupa buku cerita bergambar.

Adalah Den Boyo, tokoh imajiner yang diciptakan oleh Gilang R. Sabdho Wening, yang juga merupakan pembimbing tim 'Co-Ass' yang bertugas di Keputih.

Ditemui di tempat lain, Gilang menyampaikan bahwa anak-anak perlu edukasi kesehatan gigi dan mulut yang menarik bagi mereka. Salah satunya dengan jalan penciptaan sosok buaya kecil Den Boyo (Dental Bodyguard of Suroboyo).

"Hal ini diharapkan agar anak-anak tertarik untuk lebih memahami tentang kesehatan gigi dan mulut," katanya. Den Boyo, menjadi buku cerita kesehatan gigi berbasis riset pertama di Indonesia.

Sebelumnya, ide pembuatan buku cerita bergambar ini berawal dari hasil dari riset kebutuhan kesehatan gigi anak di 2 wilayah di Kota Surabaya, yakni Kecamatan Keputih dan Kecamatan Dupak.

"Kami pertama-tama melakukan penelitian epidemiologis tentang hubungan kesehatan gigi anak dengan parameter tumbuh kembang anak di Puskesmas Keputih. Terus terang kami cukup kaget, ternyata banyak anak yang memiliki gigi berlubang, bahkan besar-besar, ternyata tinggi badannya tergolong rendah," kata Delaneira Alvita selaku Ketua Tim Keputih.

Berangkat dari masalah tersebut, Delaneira mengaku bahwa dalam penyusunan materi buku cerita ini tidak lepas dari peran pembimbing di FKG UNAIR dan pembimbing di Puskesmas.

"Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, kami bersama pembimbing merancang sebuah buku cerita bergambar berbasis riset, dengan penokohan yang unik, khas Surabaya, yakni Den Boyo," tambah Delaneira.

Sementara untuk penyusunan ceritanya, para mahasiswa 'Co-Ass' FKG UNAIR yang bertugas di wilayah Kecamatan Dupak juga turut menyumbang cerita berbasis riset kesehatan gigi yang mereka temukan pada anak-anak Sekolah Dasar di wilayah kerjanya.

"Di Dupak ini kami menemukan kasus bahwa pada anak-anak SD yang gemar jajan di sekolah, rata-rata sering menderita gangguan pencernaan dan memiliki banyak gigi berlubang," ujar Nurman sebagai ketua tim Dupak.

Berdasarkan informasi yang didapat dari tim Puskesmas Dupak, Viona sebagai koordinator mengatakan, sebetulnya ia sudah sering melakukan kunjungan untuk melihat kesehatan gigi di tiap sekolah.

"Tapi sayangnya, perhatian anak-anak kepada materi yang diberikan oleh petugas Puskesmas masih sangat minim," ujar Koordinator Program Tim Dupak itu.

Untuk itu, sebagai dasar cerita Den Boyo edisi kedua, Gilang bersama tim bakal membuat alur cerita tentang pengaruh pola jajan sembarangan dan akibat pada pencernaan anak, dan tentunya pada masalah gigi berlubang.

"Buku Cerita Den Boyo ini nantinya akan terus dimunculkan setiap ada alur cerita baru berbasis evidences penelitian tentang kesehatan gigi anak. Hal itu dapat kami pastikan, karena seusai anak-anak membaca buku cerita Den Boyo, nilai pemahaman mereka tentang kesehatan gigi sesuai maksud cerita juga meningkat sesuai yang diharapkan," katanya.

(NS/NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Pendidikan
KOMENTAR ANDA
MEDIA INTERAKTIF
Keren nih! Program Seribu Dewi dari Gus Ipul bisa kurangi pengangguran dan kemiskinan

"Bayangkan kalau ada seribu desa wisata, berarti pengangguran terkurangi," kata Gus Ipul.

IKUTI DISKUSI
TERPOPULER
Pariwisata