1. HOME
  2. KABARE JATIM

Amankan arus mudik, tim gabungan standby H-5 hingga H+3 lebaran

"Tim pengaman terdiri dari Dishub provinsi, kabupaten/kota, TNI dan POLRI, serta bantuan dari penyedia jasa jalan tol," kata Pakde Karwo.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo di salah satu stasiun radio Surabaya . ©2017 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Rabu, 14 Juni 2017 15:24

Merdeka.com, Jatim - Pemprov Jatim siap mengamankan mudik Lebaran 2017. Berbagai persiapan untuk menyongsong 'musim' mudik ini terus dilakukan. Di antaranya, membentuk tim gabungan pengamanan mudik Lebaran 2017.

"Tim pengaman terdiri dari Dishub provinsi, kabupaten/kota, TNI dan POLRI, serta bantuan dari penyedia jasa jalan tol akan berusaha menciptakan mudik lebaran yang aman dan lancar," hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim Soekarwo (Pakde Karwo) saat wawancara dengan salah satu radio swasta di Surabaya, Rabu (14/6).

Ia menjelaskan, tim pengamanan akan standby di jalan mulai H-5 sebelum lebaran sampai H+3 setelah lebaran. Tim pengamanan tersebar di jalan-jalan utama yang dilalui pemudik dan titik rawan macet.

Selain itu, pengamanan juga disiapkan di ruas jalan tol dari Surabaya–Ngawi. "Karena jalan tol dari Surabaya–Ngawi difungsikan untuk memfasilitasi masyarakat yang mudik ke kampung halaman," tuturnya.

Lebaran kali ini diprediksikan akan terjadi lonjakan sejumlah penumpang yang menggunakan transportasi umum. Bila tahun lalu sekitar 10.730.540 penumpangn, diperkirakan menjadi 11.136.740 penumpang pada 2017 ini.

Oleh sebab itu, Pemprov Jatim menyiapkan moda transportasi yang bisa digunakan untuk pemudik di antaranya 5.805 bus untuk mengangkut 5.916.751 penumpang, 49 armada kapal untuk mengangkut 1.912.365 penumpang.

Kemudian, jumlah penerbangan di bandara disiapkan sebanyak 412 flight pesawat untuk mengangkut sekitar 1.858.265 penumpang. Sedangkan untuk kereta api disediakan 604 gerbong untuk mengangkut 1.249.462 penumpang.

Sementara itu, untuk memfasilitasi pemudik lebaran, Pemprov Jatim juga mengadakan mudik dan balik gratis. Para pemudik yang biasanya menggunakan sepeda motor, akan disediakan delapan truk untuk mengangkut sekitar 400 sepeda motor. "Tujuannya adalah mengurangi terjadinya kecelakaan di jalan raya," katanya.

Selain itu, untuk jalur darat, Pemprov Jatim juga menyediakan mudik dan balik gratis menggunakan bus sebanyak 777 armada untuk mengangkut 73.535 orang. Dishub Jatim juga menyediakan bus shuttle yang fungsinya adalah untuk mengangkut pemudik dari Pelabuhan Tanjung Perak ke Terminal Purabaya.

Pada kesempatan sama, Pakde Karwo juga mengingatkan beberapa lokasi yang wajib diwaspadai, diantaranya 21 lokasi yang rawan kemacetan seperti di Bangil, Brondong, dan Jembatan Sembayat. Pemudik juga harus mewaspadai beberapa titik rawan kecelakaan, dimana ada sekitar 15 titik mulai dari Sukomoro, Matingan, Glagahan, dan Alas Baluran.

Sedangkan untuk lokasi rawan bencana ada di 10 titik diantaranya banjir di Kota Ngawi dan Kraton Pasuruan, dan longsor di Trenggalek, Gunung Bromo dan Gunung Gumitir.

Gubernur Jatim dua periode itu juga akan mengupayakan agar tercipta zero accident selama mudik lebaran berlangsung. Pemprov Jatim menyediakan beberapa rest area bagi para pemudik agar bisa beristirahat ketika perjalanan.

Selain itu, pihaknya juga meminta izin ke Kemenhub untuk menggunakan jembatan timbang di Jatim untuk digunakan sebagai rest area. Bagi pemudik yang menggunakan jalur darat, keberadaan rest area sangatlah penting. Oleh sebab itu, akan disediakan rest area untuk memfasilitasi para pemudik.

Koordinasi dengan kepolisian

Sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin menyampaikan segera melakukan persiapan pengamanan jelang lebaran. Langkah ini dimulai dengan koordinasi dengan berbagai pihak.

"Khususnya, dengan Pak Gubernur terkait pelaksanaan mudik terpadu dan pengamanan arus balik nanti," kata Machfud kepada Gubernur Jatim Soekarwo (Pakde Karwo), usai buka bersama di rumah dinasnya, Jalan Bengawan, Surabaya, Selasa malam.

Machfud mengatakan, polisi akan melaksanakan gelar pasukan pada tanggal 19 Juni 2017. "Mulai tanggal tersebut semua anggota kepolisian akan siaga penuh, bahkan tidak dibolehkan mengambil cuti," ujarnya.

Terkait antisipasi teroris jelang lebaran, pihaknya telah waspada penuh. Tidak hanya pada daerah rawan teroris, namun juga di pusat keramaian. "Kami tidak ingin kejadian di kota-kota lain terjadi di Jatim, karena Jatim adalah porosnya Indonesia timur. Oleh sebab itu keamanan dan kenyamanan masyarakat Jatim akan kami utamakan," ujarnya.

Adapun dalam buka bersama itu dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Gubernur Pakde Karwo dengan istrinya, Nina Soekarwo, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim Maruli Hutagalung, dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim.

Kapolda Machfud Arifin juga menyampaikan, sebenarnya kegiatan bukber Kapolda Jatim sudah dimajukan pada 10 Juni lalu, bertepatan dengan hadirnya Kapolri. Namun demikian, pada 13 Juni ini sengaja tetap digelar bukber di rumah dinas Kapolda untuk lebih mengakrabkan diri lagi.

(NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Kabare Jatim
KOMENTAR ANDA