1. HOME
  2. BISNIS

Tingkat kemudahan berbisnis di Jatim paling mudah di Indonesia

"Ini tidak terlepas dari usaha Pemprov Jatim dalam memberikan layanan terbaik kepada dunia usaha dalam berbisnis di provinsi ini," kata Benny.

Ilustrasi investasi. ©2018 Merdeka.com Reporter : Nur Salam | Rabu, 28 Februari 2018 12:10

Merdeka.com, Jatim - Tingkat kemudahan berbisnis atau ease of doing business Jawa Timur ternyata paling mudah di Indonesia. Hal ini berdasarkan hasil penelitian Lee Kuan Yew Institute (LKYI) Singapura. Jatim menduduki ranking pertama.

"Ini tidak terlepas dari usaha Pemprov Jatim dalam memberikan layanan terbaik kepada dunia usaha dalam berbisnis di provinsi ini," kata Kepala Biro Humas Pemprov Jatim, Benny Sampir Wanto saat menjawab pertanyaan media tentang kemudahan perizinan usaha di Jawa Timur.

Urutan berikutnya Jawa Barat peringkat kedua dan Jawa Tengah nomor ketiga. Sementara itu, DKI Jakarta menduduki ranking ke-empat dan Yogyakarta pada urutan kelima.

Ditambahkan, nilai pemeringkatan masing-masing provinsi, yaitu Jatim sebesar 1,795, diikuti Jabar 1,720, dan Jateng 11449. Sedangkan nilai DKI sebesar 1,325 dan DIY 1,056.

Hasil pemeringkatan kemudahan berbisnis oleh LKY Institute tersebut dilakukan pada penelitian bulan April sampai dengan September 2017 dengan tiga indikator, yaitu daya tarik bagi investor, keramahan bisnis, dan kebijakan kompetitif pemprov.

Layanan investasi makro dan mikro

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Lili Soleh Wartadipradja, Pemprov Jatim memberikan berbagai kemudahan berbisnis di Jatim, baik layanan investasi makro maupun mikro.

"Pemprov Jatim menyediakan Geographic Information System (GIS), sistem aplikasi yang memberikan peta informasi tentang potensi dan fasilitas-fasilitas di Jawa Timur," ujarnya.

Selain itu juga disediakan AP Inves, sebuah aplikasi peluang investasi yang menginfokan prospektus investasi di Provinsi Jawa Timur.

Pemprov, lanjutnya, juga menyediakan aplikasi simulasi interaktif atau help desk. Di aplikasi ini, investor bisa menyampaikan saran, pertanyaan, dsb-nya.

Di pelayanan investasi mikro, yaitu perizinan, berbagai kemudahan diberikan bagi investor. Aplikasi gratis, yang memberikan waktu kepastian dan kejelasan waktu ijin, serta zero transportasi bisa diperoleh di laman Dinas Penanaman Modal dan PTSP, http://Ejisc.dpmptsp.jatimprov.go.id.

"Direncanakan pada bulan Maret 2018, semua aplikasi di atas sudah dapat diunduh di application store HP berbasis android," ujarnya.

Berbagai inovasi yang dilakukan Pemprov. Jatim dalam memberikan kemudahan bagi investor itu tidak mengherankan menjadikan Jawa Timur menduduki ranking pertama di Indonesia dalam eaaenof doing business.

Sampai saat ini, nilai penamanan modal asing (PMA) di Jawa Timur pada 2017 tercatat sebesar Rp 21,49 triliun, dengan jumlah proyek sebanyak 2.527 buah. Nilai investasi ini merekrut sebanyak 78.496 tenaga kerja.

Sementara itu, untuk penanaman modal dalam negeri di provinsi ini, pada tahun yang sama sebesar Rp 69,290 triliun dengan jumlah proyek sebanyak 2.165 buah. Serapan tenaga kerja sebanyak 147.786 orang.

Penanaman modal non fasilitas di Jatim pada 2017 tercatat sebanyak 129.260 unit usaha dengan nilai investasi sebesar Rp 85,86 triliun. Investasi tersebut menyerap tenaga kerja sebanyak 451.076 orang.

(MT/NS)
  1. Ekonomi
KOMENTAR ANDA
MEDIA INTERAKTIF
Keren nih! Program Seribu Dewi dari Gus Ipul bisa kurangi pengangguran dan kemiskinan

"Bayangkan kalau ada seribu desa wisata, berarti pengangguran terkurangi," kata Gus Ipul.

IKUTI DISKUSI
TERPOPULER
Pariwisata