1. HOME
  2. BISNIS

Selama Juni, impor dan eskspor Jawa Timur lesu

Seluruh komoditas ekspor non migas di Jawa Timur mengalami penurunan.

©2017 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Kamis, 20 Juli 2017 10:32

Merdeka.com, Jatim - Kegiatan ekspor dan impor komoditas di Jawa Timur lesu selama Juni 2017. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat, nilai ekspor pada Juni 2017 tercatat sebesar USD 1,37 miliar atau turun 18,39 persen dibandingkan pada Mei 2017 sebesar USD 1,68 miliar. Begitu pula dengan nilai impor terbukukan total USD 1,6 milar atau  turun 18,68 persen dibanding sebulan sebelumnya, USD 1.96 miliar.

Kepala BPS Jatim Teguh Pramono mengatakan penurunan nilai ekspor-impor disebabkan panjangnya periode masa Lebaran tahun ini. “Lalu lintas angkutan barang dibatasi sehinggan membuat kinerja pengangkutan barang menjadi menurun,” ujar Teguh di kantornya, Senin (17/7). Seperti diketahui, untuk masa Lebaran tahun ini truk di Jatim dilarang beroperasi mulai 22 Juni hingga 5 Juli lalu.

Seluruh komoditas ekspor non migas di Jawa Timur mengalami penurunan. Dimulai dari komoditas perhiasan dan permata yang nilainya menurun dari bulan sebelumnya sebesar USD 47,56 juta, lemak minyak hewani/nabati turun USD 34,66 juta, kertas karton 27, 43 juta, kayu - olahannya 25,52 juta, lalu ikan dan udang 13,91 juta.

“Satu-satunya komoditas yang mengalami kenaikan, yakni alas kaki yang meningkat tipis dengan USD 0,04 juta,” kata Teguh.
Tercatat, ekspor non-migas menyumbang 90,94 persen dari total ekspor Juni 2017. Adapun untuk share non-migas terbesar di Jawa Timur untuk bulan ini masih berasal dari komoditas perhiasan atau permata sebesar USD 192,35 juta. Kemudian disusul tembaga dengan USD 111,99 juta.

Sementara untuk perilaku nilai impor non-migas, beberapa komoditi mengalami kenaikan. Di antaranya, kapal laut mengalami peningkatan hingga USD 130,11 juta. Dilanjutkan perhiasan atau permata meningkat USD 40,08 juta dan sayur sekitar USD 31,32 juta.

Akan tetapi, di beberapa komoditas lainnya juga terdapat penurunan. Terbesar dari impor besi dan baja yang mencapai USD 70,63 juta, mesin atau peralatan mekanik USD 57,20 juta kemudian mesin atau peralatan listrik USD 40,52 juta.

Untuk share impor non-migas terbesar dari komoditas kapal laut dengan nilai USD 146,85 juta dan mesin-mesin atau perlatan mekanik sebesar USD 113,9 juta.

(NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Perdagangan
KOMENTAR ANDA