1. HOME
  2. BISNIS

Produksi komoditas pertanian di Jatim digenjot

Para petani harus mampu melakukan inovasi agar produksi komoditi pertanian terus meningkat.

©2017 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Sabtu, 20 Mei 2017 14:17

Merdeka.com, Jatim - Jatim menjadi salah satu provinsi yang memberikan sumbangan bagi pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Dari data yang ada, pada tahun 2016 Jatim memberikan sumbangan produksi padi sebesar 17,18 persen, jagung 26,61 persen, kedelai 31,96 persen, gula 55,43 persen, susu 53 persen, telur 25 persen, dan daging sapi 22 persen terhadap kebutuhan nasional.

Agar terus bisa menopang kebutuhan nasional, upaya meningkatkan produksi komoditas pertanian Jatim terutama yang berupa komoditi bahan pokok harus dilakukan. Karena itu, diperlukan peran semua pihak termasuk para petani yang tergabung dalam HKTI agar peran Jatim dalam mendukung ketahanan nasional terus berlanjut.

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul-sapaan akrab wakil Gubernur, ketika membuka pameran produk pertanian, di grand city mall Surabaya, Jum'at (19/5) sore. Melalui pameran ini, Gus Ipul mengharapkan HKTI bisa menyadarkan para petani untuk merubah kultur, mau memajukan dunia pertanian dengan berinovasi mengembangkan kreativitas dan sekaligus memastikan kemajuan dunia pertanian bisa meningkatkan nilai tukar petani. Selain itu produknya bisa ke tangan konsumen secara luas dengan harga yang tepat.

Pameran produk pertanian di Jatim ini upaya untuk memantapkan kemandirian petani-nelayan dalam rangka pengembangan kemitraan dan jejaring dengan usaha tani. Guna mewujudkan kesejahteraan petani dan nelayan.

Permasalahan mendasar yang dihadapi sektor pertanian, masih rendahnya kontribusi tanaman bahan makanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim dan Nilai Tukar Petani (NTP). Permasalahan tersebut akibat masih belum optimalnya tingkat produksi dan produktivitas tanaman pangan dan hortikultura.

“Melalui pameran produk pertanian ini dapat menjadi salah satu media untuk membantu meningkatkan ketahanan, kemandirian dan kedaulatan pangan,” harapnya.

Pameran yang berlangsung tgl 18 – 21 Mei ini diikuti BUMN, dinas Pertanian, Peternakan, UMKM produk-produk pertanian, dan lain-lain.

(NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Gus Ipul
  2. Ngopi Bareng Gus Ipul
  3. Swasembada Pangan
KOMENTAR ANDA