1. HOME
  2. BISNIS

Presiden Jokowi harap sektor ekonomi tak terganggu pada tahun politik

"Setiap tahun ada pemilukada. Silakan yang politik melakukan politik ," kata Jokowi.

©2018 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Jum'at, 19 Januari 2018 11:28

Merdeka.com, Jatim - Presiden Joko Widodo meminta sektor jasa keuangan dapat berlari kencang dengan cara memberikan kredit yang besar. Sebab ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi sangat sehat. Di tengah tahun politik, sektor ekonomi tak perlu terganggu. Tahun 2018 akan dilaksanakan 171 pilkada.

"Setiap tahun ada pemilukada. Silakan yang politik melakukan politik dan bisnis menjalankan bisnis," kata Presiden Jokowi dalam acara rapat tahunan Industri Jasa Keuangan (IJK) tahun 2018 di Ritz Charlton Pasific Place Jakarta, Kamis (18/1) malam.

Hadir dalam acara itu beberapa menteri kabinet kerja, antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Hadir juga Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Presiden Jokowi mengatakan, peran sektor jasa keuangan sangat penting agar pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai kemajuan sesuai target. "Biar apa? Agar ketimpangan dan kesenjangan semakin menyempit," katanya.

Saat ini, kondisi sektor perbankan dan keuangan negara dalam kondisi bagus. Terbukti, dari membaiknya dana moneter, harga saham, surplusnya neraca perdagangan hingga tercapainya fiskal yang bagus. Misalnya, defisit bisa ditekan hingga hanya sebesar 2,42 persen, indeks harga saham gabungan membaik, cadangan devisa mencapai USD 135 miliar, serta ease doing business tahun 2014 peringkat 120 menjadi peringkati ke-72.

Selain itu, pemerintah juga akan terus mendorong masyarakat untuk membiasakan program perbankan khususnya non tunai. "Dengan banyaknya masyarakat yang terhubung dengan layanan perbankan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat hingga kelas bawah," tegasnya sambil menjelaskan tiga lembaga internasional penilai investasi memberikan nilai layak investasi secara bersamaan.

Tahun ini, pemerintah juga akan melakukan berbagai program untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Salah satunya melalui program padat karya bagi masyarakat yang ada di pedesaan dan daerah terpencil. Program padat karya yang digagas oleh pemerintah pusat tersebut diharapkan dapat mempersempit kesenjangan baik daerah maupun kesenjangan kemiskinan. Program padat karya tunai akan dimulai dengan memanfaatkan masyarakat pedesaan yang dapat mempekerjakan sekitar 160 orang setiap desa. Nantinya, mereka akan digaji setiap pekan.

"Cara inilah yang akan memberikan peluang kepada masyarakat untuk dapat berkarya dan memperoleh hasil bagi keluarganya," katanya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Otoristas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, saat ini menjadi momentum yang tepat untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah kondisi makroekonomi dan sektor jasa keuangan yang kondusif.

"Kami yakin sektor jasa keuangan mampu mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 5,4 persen. Hal ini didukung oleh solidnya indikator sektor jasa keuangan baik dari sisi pemodalan dan likuiditas, maupun tingkat risiko yang terkendali," katanya.

Wimboh menjelaskan, terdapat sejumlah program yang menjadi fokus OJK pada 2018. Di antaranya mendukung aspek pembiayaan untuk proyek-proyek infrastruktur dan sektor prioritas lainnya.

Tak hanya itu, OJK juga terus berupaya melakukan percepatan program industrialisasi, peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan literasi dan akses pembiayaan masyarakat, serta optimalisasi potensi ekonomi syariah.

(NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Ekonomi
KOMENTAR ANDA
MEDIA INTERAKTIF
Keren nih! Program Seribu Dewi dari Gus Ipul bisa kurangi pengangguran dan kemiskinan

"Bayangkan kalau ada seribu desa wisata, berarti pengangguran terkurangi," kata Gus Ipul.

IKUTI DISKUSI
TERPOPULER
Pariwisata