1. HOME
  2. BISNIS

Gus Ipul ingin UKM di Jatim kreatif agar bisa mandiri

Jumlah UKM di Jatim mencapai 6 juta lebih dan 54 persen berkontribusi terhadap PDRB Jatim.

©2017 Merdeka.com Reporter : Mochammad Andriansyah | Sabtu, 22 Juli 2017 14:16

Merdeka.com, Jatim - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengingatkan betapa pentingnya kreativitas dalam dunia usaha. Karena untuk menentukan suatu kemandirian dan keberlangsungan suatu perusahaan, baik kecil maupun menengah, para pelaku usaha harus kreatif.

"Kreativitas perlu kita dorong terus untuk bisa hadir di semua bidang usaha, baik mikro, kecil ataupun besar. Ini penting dilakukan karena kreatif sangat berharga bagi semua pihak dimanapun tempat kita mengabdi," terangnya saat membuka acara HUT PT Astra ke 60 di Grand City Convex, Surabaya, Jumat (21/07).

Menurut Wagub Jawa Timur yang biasa disapa Gus Ipul ini, kreatifitas adalah sesuatu yang mengandalkan ide atau gagasan, kemudian dielaborasi (digarap tekun) dengan keterampilan.

Dalam perwujudannya, sebuah ide akan diolah menggunakan sumber daya sekitar sehingga bisa memberi nilai tambah dan menghasilkan sesuatu yang berbeda. "Oleh sebab itu, saya menyambut baik gagasan Astra untuk berbagi pengalaman kepada para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM)," ucap dia.

Dengan berbagi ilmu, harapannya, ke depan bisa memberikan kesempatan pada UKM untuk bisa bersaing menghadapi perekonomian global. "Jumlah UKM di Jatim ini, mencapai 6 juta lebih yang 54 persen berkontribusi terhadap PDRB Jatim," ujarnya.

Karenanya peningkatan kualitas UKM menjadi prioritas pemerintah melalui kerjasama dengan berbagai pihak. "Saat ini para pelaku UKM perlu diup-dateĀ  teknologinya, kualitas SDM-nya, dibantu akses pemodalan, serta pemasarannya. Sebab UKM adalah salah satu pilar ekonomi Jatim," ujarnya.

Gus Ipul juga menyampaikan, salah satu andalan pemasukan Pemprov Jawa Timur adalah pajak kendaraan bermotor. Berdasarkan data yang ada, target pajak kendaraan bermotor di Tahun 2017 ini sekitar Rp 12 triliun. Sedang perbulan Juli ini, sudah mencapai Rp 6 triliun.

Data ini membuktikan, bahwa penerimaan pajak tetap mencapai target, meskipun ada kelesuan pada penjualan mobil. "Menurunnya pembelian kendaraan motor berbanding lurus dengan turunya daya beli masyarakat," katanya.

"Ini merupakan dampak dari melemahnya ekonomi global. Kita harus optimis tahun depan ekonomi masyarakat meningkat seiring membaiknya perekonomian dunia," pungkasnya.

(NS/MA)
  1. Perdagangan
KOMENTAR ANDA