1. HOME
  2. BISNIS

Gus Ipul: Ekonomi Jatim maju berkat para pedagang pasar

Gus Ipul menyambagi para pedagang pasar untu mengece beberapa harga komoditas.

©2018 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Selasa, 13 Februari 2018 16:10

Merdeka.com, Jatim - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifulllah Yusuf (Gus Ipul) mengunjungi Pasar Wonokromo, Senin (12/1). Gus Ipul menyapa pedagang dan menanyakan beberapa harga komoditi.

Gus Ipul menyambangi pedagang telur, penjual daging, pedagang beras, penjual bumbu-bumbuan, penjual krupuk, penjual daging ayam, dan toko pakaian. Mereka tampak bahagia dengan kedatangan Gus Ipul.

"Gimana harga cabai, sekarang. Apa masih naik ?" tanya Gus Ipul. "Allhamdulillah sudah tidak naik lagi. Sudah stabil, Gus," jawab sang pedagang, Bu Salma.

"Jadi harganya sudah setengah stabil ya," tanya Gus Ipul. Berjalan beberapa langkah, mantan Ketua Umum PP Gerakan Pemuda Ansor ini berhenti di lapak penjual daging ayam. "Kalau daging ayam gimana. Harga masih stabil kan," tanya Gus Ipul.

Pedagang menjawab, "Alhamdulillah tetap stabil, Gus," jawab pedagang daging ayam. Meski demikian ia mengatakan beberapa waktu lalu harga daging ayam mengalami kenaikan. "Stabil, Gus. Naik sih iya. Tapi cepet turunnya dari pada bahan lain," katanya.

Ketika Gus Ipul bertanya apakah ayam-ayam potong itu dibeli dari daerah lain seperti dari Kediri, misalnya, mereka menjawab tidak. "Ini ngambil di kediri ya ayamnya ?" Tanya Gus Ipul. "Tidak, Gus. Kejauhan (kalau dari sana), mahal di uang ongkos," jawabnya.

Sambil menyampaikan terima kasih kepada beberapa pedagang yang ditemuinya, Gus ipul menegaskan bahwa Jawa Timur bisa menjadi seperti sekarang karena para pegiat di pasar. "Jatim maju perekonomiannya seperti sekarang, ya berkat beliau-beliau ini (sambil menunjuk ke pedagang)," jelas Gus Ipul.

Kunjungan diakhiri dengan menemui para abang becak. Sambil saling berangkulan dengan mereka, Gus Ipul minta didoakan agar tetap kuat memegang amanah. "Amin. Terima kasih sudah mau nyapa kami, Gus," kata mereka bersamaan.

(NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Gus Ipul
  2. Ekonomi
KOMENTAR ANDA