1. HOME
  2. BISNIS

Gus Ipul ajak pengusaha Australia investasi di Jawa Timur

Beberapa peluang bisnis di Jawa Timur yang ditawarkan diantaranya dalam penyediaan bahan baku industri Jawa Timur, agro industri.

©2018 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Selasa, 07 November 2017 14:25

Merdeka.com, Jatim - Wakil  Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengharapkan Konferensi Indonesia Australia Business Council (IABC) mampu menjadi sarana untuk meningkatkan hubungan bisnis Indonesia-Australia dan membina persahabatan. Selain itu, hubungan tersebut juga diharapkan sebagai langkah strategis bagi pelaku bisnis untuk mengomunikasikan peluang investasi dan bisnis di kedua negara.

"Kami berharap konferensi ini mampu menjadi langkah yang sangat strategis bagi para pelaku bisnis untuk mengomunikasikan peluang investasi dan bisnis di Indonesia dan Australia dalam berbagai bidang seperti ekonomi, infrastruktur, pertanian, sumber daya alam serta pariwisata," kata Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf saat menghadiri Jamuan Makan Malam IABC di Hotel Majapahit Surabaya, Senin (6/11).

Hadir pada kesempatan itu, Ambassador to Indonesia Paul Grigson, Duta Besar Indonesia untuk Singapura Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo, Assintant Minister for Trade, Tourism, and Investment Australia Keith Pitt, Shadow Treasure Chris Bowen MP, Shadow Minister for Trade, Tourism, and Investment Australia Jason Clare, Presiden Indonesia Australia Business Counsil (IABC) Noke Kiroyan.

Wagub Saifullah Yusuf menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat mendukung sepenuhnya kegiatan konferensi tersebut dan mendorong para pengusaha Indonesia dan Australia untuk berinvestasi di Jawa Timur. Beberapa peluang bisnis di Jawa Timur yang ditawarkan diantaranya dalam penyediaan bahan baku industri Jawa Timur, agro industri, dan industri alat-alat rumah tangga.

Dukungan tersebut diimplementasikan dengan memberi 4 jaminan kemudahan kepada investor yang akan berinvestasi di Jawa Timur, yaitu  kemudahan perizinan, penyelesaian masalah perburuhan, ketersediaan energi dan infrastruktur wilayah, serta  fasilitasi penyediaan tanah.

Konferensi IABC diadakan setiap 2 tahun secara bergantian, baik di Indonesia maupun di Australia. Tidak hanya ditujukan untuk para pengusaha dari Australia dan Indonesia yang menjadi anggota IABC namun juga bagi komunitas bisnis lain yang tertarik untuk menjalin kerjasama. Di tahun  2017 merupakan konferensi bisnis ke-35.

Pada kesempatan itu, Wagub yang biasa disapa  Gus Ipul menyampaikan informasi singkat tentang Jawa Timur yang kiranya bermanfaat bagi pengembangan kerjasama Jawa Timur-Australia di masa mendatang. Luas wilayah Provinsi Jawa 47.152 km2   dengan jumlah penduduk Jawa Timur di tahun 2016 sebesar kurang lebih 39,075 juta jiwa. Jumlah tersebut tersebar di 29 Kabupaten dan 9 Kota.

Pada semester I tahun 2017, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,21 persen, atau lebih besar dari rata-rata nasional sebesar 5,01 persen. PDRB Jawa Timur tahun 2016 mencapai Rp 1.855,04 trilliun atau USD 139,21 miliar,  sedangkan untuk semester I tahun 2017 mencapai Rp 977,29  triliun atau sebesar USD 73,34 miliar.

Perekonomian Jawa Timur semester I tahun 2017 ditopang oleh tiga sektor utama, yaitu: sektor industri pengolahan sebesar 29, 17 persen, sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 18,07 persen, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 13,46 persen. Berdasarkan kinerja ekonomi tersebut, Provinsi Jawa Timur telah bergeser menjadi provinsi industri, di mana sektor pertanian, industri dan perdagangan saling bersinergi.

Disampaikan pula bahwa pada kurun waktu 2013 sampai September 2017 nilai ekspor Jatim ke Australia sebesar USD 1855,86 juta, sedangkan impornya sebesar USD 3188,85 juta.

Komoditas utama non migas Jawa Timur yang diekspor ke Australia adalah kayu, barang dari kayu, kertas/karton, daging dan ikan olahan. Sedangkan komoditas utama non migas Jawa Timur yang diimpor dari Australia adalah gandum-gandum, perhiasan/permata, aluminium, bahan kimia anorganik, dan mesin pesawat.

"Investasi Australia di Jawa Timur sejak tahun 1970 sampai dengan semester I tahun 2017, sebanyak 66 Proyek dengan nilai investasi USD 894 juta," katanya.

(NS) Laporan: Fahmi Aziz
  1. Gus Ipul
  2. Ekonomi
  3. Ngopi Bareng Gus Ipul
  4. Infrastruktur
KOMENTAR ANDA